GRESIK, BN News – Bayangkan perasaan tenang saat tahu anak-anak kita tidak hanya belajar mengaji, tapi mutu pendidikannya diukur dengan standar nasional yang kredibel. Inilah mengapa langkah pengawasan ke lapangan menjadi sangat krusial demi masa depan generasi muda yang berakhlak dan kompeten.
Memasuki hari terakhir pelaksanaan ujian, Tim Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Gresik bergerak serentak memastikan Ujian Akhir Bersama Nasional (UABN) dan Uasi Akhir Semester (UAS) Genap Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Gresik berjalan tanpa kendala.
Dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kasi PD Pontren, Abdul Ghofar, pemantauan ini menyasar 18 titik lembaga MDT dari wilayah daratan, Pantura, hingga kepulauan Bawean sejak Senin lalu, 18 Mei hingga Kamis, 21 Mei 2026.
Langkah monitoring intensif ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Evaluasi standarisasi pendidikan keagamaan nonformal memerlukan pengawasan ketat agar mutu kelulusan santri terjaga. Berdasarkan dokumen Panitia UAB-UAS Genap DPC FKDT Gresik yang diketuai oleh Abdul Aziz dan Sekretaris Moh. Ainun Naim, ujian yang berlangsung setiap sore pukul 15.00–17.00 WIB ini menguji materi esensial mulai dari Fiqih, Aqidah, hingga Nahwu-Sorof.
Kolaborasi apik bersama Ketua DPC FKDT Gresik, Bashori Chotim, membuktikan komitmen kuat Kemenag dalam melahirkan lulusan santri yang berkualitas tinggi dan berdaya saing. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
#KemenagGresik #MadrasahDiniyah #UABN2026 #SantriGresik #PondokPesantren















