Sidoarjo, BN News – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur secara resmi membuka program “Masjid Ramah Pemudik” pada Rabu (11/3), melalui kegiatan Kick Off yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar. Program ini merupakan bentuk pelayanan nyata Kementerian Agama kepada masyarakat, khususnya untuk para pemudik yang akan melintasi berbagai wilayah di Jawa Timur menjelang Hari Raya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kabid Urais, Kabid Pendma, Kabid Penais dan Zawa, seluruh Ketua Tim pada Bidang Urais dan Penais, para pegawai bidang tersebut, serta diikuti secara daring oleh Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Jawa Timur, para Kasi Bimas Islam, serta Kepala KUA se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Jatim menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota yang telah menyiapkan masjid-masjid sebagai tempat persinggahan bagi para pemudik.
“Terima kasih kepada para kepala kantor yang telah menyiapkan tempat ibadah yang nantinya akan disinggahi para pemudik. Ini adalah bentuk pelayanan kita kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat 449 masjid di seluruh Jawa Timur yang telah disiapkan untuk menjadi Masjid Ramah Pemudik. Dari jumlah tersebut, masjid-masjid yang berada di berbagai kabupaten dan kota akan menjadi titik singgah bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jauh.
Menurutnya, program ini tidak hanya sekadar menyediakan tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol bahwa Kementerian Agama hadir di tengah masyarakat dengan memberikan pelayanan yang nyata.
“Simbol-simbol Kementerian Agama harus kita tunjukkan kepada masyarakat, bahwa Kemenag hadir untuk masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kakanwil menekankan bahwa masjid yang menjadi lokasi singgah pemudik harus dipersiapkan dengan baik, baik dari segi fasilitas hingga kenyamanan. Ia meminta agar setiap masjid yang terlibat memasang banner “Masjid Ramah Pemudik” sebagai penanda bagi para pemudik.
Selain itu, fasilitas pendukung juga harus ditata secara maksimal. Tidak hanya menyediakan tempat ibadah dan istirahat, tetapi juga fasilitas lain yang dapat menunjang kebutuhan para pemudik selama perjalanan.
“Selain tempat istirahat, juga harus tersedia minuman, seperti kopi, teh, air mineral, tempat charger, serta area parkir untuk motor maupun mobil. Ini adalah bentuk pelayanan kita kepada masyarakat,” jelasnya.
“Ini adalah ikhtiar kita bersama. Kita juga menggandeng pihak lain seperti Baznas agar para pemudik bisa terlayani dengan baik,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan sesuai imbauan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, masjid yang menjadi tempat singgah pemudik diharapkan dibuka selama 24 jam. Oleh karena itu, pengelola masjid diminta untuk menyiapkan jadwal piket petugas guna menjaga keamanan dan kenyamanan para pemudik.
Tidak hanya itu, aspek kesehatan juga menjadi perhatian. Oleh karena itu, setiap masjid diharapkan menyediakan obat-obatan sederhana yang dapat digunakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh para pemudik.
Kakanwil juga mengingatkan agar para pengelola masjid dan petugas yang berjaga dapat menyambut para pemudik dengan sikap santun dan ramah, sehingga para pemudik merasa nyaman dan terbantu selama beristirahat.
“Sapa para pemudik dengan santun dan baik. Kita ingin mereka merasa nyaman saat singgah di masjid,” pesannya.
Untuk memperluas informasi kepada masyarakat, Kanwil Kemenag Jawa Timur juga bekerja sama dengan Radio El Shinta untuk menyiarkan informasi terkait lokasi-lokasi Masjid Ramah Pemudik yang dapat dimanfaatkan oleh para pemudik selama perjalanan.
Selain itu, Kakanwil juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak kepolisian dan melibatkan Gerakan Pramuka untuk membantu pelayanan di lapangan untuk mendukung keamanan dan kelancaran program ini.
Ia berharap seluruh pihak dapat menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya, sekaligus melakukan evaluasi terhadap kualitas layanan agar ke depan program Masjid Ramah Pemudik dapat semakin optimal.
“Mari kita lakukan sebaik-baiknya, dan nanti kita evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan,” pungkasnya.
Kegiatan Kick Off Masjid Ramah Pemudik ini resmi dimulai dengan ditandai secara simbolis melalui pelepasan balon sebagai tanda dimulainya program pelayanan masjid bagi para pemudik di wilayah Jawa Timur.
Program ini diharapkan menjadi bentuk nyata kehadiran Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan dan kepedulian sosial bagi para pemudik yang melintasi Jawa Timur. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
















