SIDOARJO, BN News – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menggelar Evaluasi Program Kerukunan Umat dan Layanan Kehidupan Beragama serta Program Dukungan Manajemen, Selasa (29/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerukunan umat beragama dan meningkatkan tata kelola
kelembagaan di lingkungan Kementerian Agama Jawa Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jatim Syaikhul Hadi, para Ketua Tim Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jatim, serta Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan kerukunan antarumat beragama harus dimulai dari kerukunan internal masing-masing agama. Menurutnya, umat Islam harus rukun sesama Islam, umat Katolik rukun sesama Katolik, umat Hindu rukun sesama Hindu, umat Buddha rukun
sesama Buddha, dan umat Kristen rukun sesama Kristen.
“Jika kerukunan internal kuat dan diperkuat dengan pengamalan ajaran agama, maka kerukunan antarumat beragama akan semakin kokoh.Tidak ada agama yang mengajarkan permusuhan. Semua agama mengajarkan cinta dan kasih sayang,” ujarnya.
la menambahkan, sejumlah hal yang dapat mengganggu kerukunan di antaranya politik identitas, ujaran kebencian, ketimpangan ekonomi, dan kurangnya empati intelektual. Karena itu, Kementerian Agama memiliki peran penting menjaga keseimbangan agar perbedaan agama tidak dijadikan alat kepentingan politik.
Selain membahas kerukunan umat, evaluasi juga menyoroti layanan kehidupan beragama dan program dukungan manajemen. Pembahasan mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan administrasi, koordinasi antarunit kerja, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi di daerah masing-masing sekaligus mencari solusi bersama. Hasil evaluasi akan menjadi bahan perbaikan program agar pelaksanaan tugas Kementerian Agama di Jawa Timur semakin efektif dan bermanfaat bagi masyarakat. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















