SURABAYA, BN News – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dalam Program The Most KUA (Move For Sakinah Maslahat), Rabu (4/3), bertempat di Aula MAN 1 Kota Surabaya.
Kegiatan ini diikuti secara luring dan daring melalui Zoom oleh jajaran Kementerian Agama se-Jawa Timur serta para siswa-siswi dari berbagai kabupaten/kota.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Munir, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Moeslim, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Timur (melalui Zoom), para Kepala Seksi Bimas Islam Kabupaten/Kota se-Jawa Timur (Zoom), para Kepala KUA se-Jawa Timur (Zoom), Kepala MAN 1 Surabaya, serta siswa-siswi se-Jawa Timur yang mengikuti secara daring.
Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bahtiar menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiasi dan inovasi program yang digagas oleh Kepala Bidang Urais beserta tim. Menurutnya, Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) merupakan langkah konkret dan strategis dalam menjawab tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Kami sangat mengapresiasi program yang telah digagas oleh Kabid Urais dan seluruh tim di Bidang Urais. Ini adalah bentuk nyata kepedulian Kementerian Agama terhadap masa depan generasi muda Jawa Timur,” ujarnya.
Kakanwil menegaskan bahwa BRUS hadir sebagai upaya preventif dalam mencegah pernikahan dini dan pernikahan anak. Program ini dirancang untuk memberikan pembekalan kepada remaja, meliputi penguatan karakter, pemahaman kesehatan reproduksi, serta keterampilan hidup (life skills) agar para remaja memiliki perencanaan masa depan yang matang.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa BRUS bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan pembinaan yang berkelanjutan melalui peran strategis Kantor Urusan Agama (KUA).
“BRUS adalah langkah strategis untuk membentuk remaja yang memiliki kesiapan mental, fisik, dan emosional sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Pernikahan bukan hanya tentang kesiapan usia, tetapi juga kesiapan ilmu, tanggung jawab, dan kematangan diri,” tegasnya.
Melalui Program The Most KUA (Move For Sakinah Maslahat), KUA diharapkan semakin proaktif dalam melakukan pendampingan dan edukasi kepada remaja usia sekolah, sehingga terwujud keluarga sakinah yang maslahat serta berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Jawa Timur.
Kegiatan pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta, baik yang hadir secara langsung maupun daring, mengikuti rangkaian acara dengan semangat dan komitmen untuk mendukung suksesnya program BRUS di seluruh wilayah Jawa Timur.
Dengan adanya program ini, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur berharap angka pernikahan dini dapat ditekan secara signifikan serta tercipta generasi muda yang lebih siap, berdaya, dan visioner dalam merencanakan masa depan. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















