SIDOARJO, BN News — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, melantik dan mengambil sumpah jabatan 16 aparatur di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim, yang terdiri dari 13 guru tugas tambahan sebagai Kepala Madrasah dan 3 pejabat Jabatan Fungsional (JF) Penghulu, pada Jumat (8/5) di aula Kanwil Kemenag Jatim.
Dalam sambutannya, Bahtiar menyampaikan bahwa pelantikan merupakan nikmat sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Hari ini kita mendapatkan nikmat berupa pelantikan. Namun pertanyaannya, mampukah kita menjalankannya dengan baik? Nikmat harus disyukuri, begitu juga musibah harus disikapi dengan syukur,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa para pejabat yang dilantik secara sah telah menerima amanah sebagai kepala madrasah dan penghulu. Karena itu, jabatan yang diterima harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Berikan manfaat kepada masyarakat dari nikmat yang saudara dapatkan. Jalankan tugas dan tanggung jawab ini dengan baik. Seorang pemimpin harus memahami manajemen, memahami seni memimpin, serta paham persoalan-persoalan yang akan dihadapi,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kemampuan perencanaan dan kompetensi manajerial dalam menjalankan tugas. Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya berhadapan dengan administrasi, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi, relasi, dan interaksi dengan umat.
“Belajarlah tentang perencanaan yang baik, benar, dan berdampak. Kompetensi kepemimpinan saudara akan sangat menentukan hasil kinerja,” tambahnya.
Bahtiar menekankan bahwa jabatan bukanlah fasilitas, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. “Jabatan ini bukan fasilitas, tetapi amanah. Jadilah pemimpin yang lupa dengan dirinya sendiri, tetapi selalu ingat dengan tanggung jawabnya,” pesannya.
Di akhir sambutan, Kakanwil mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk terus memperkuat diri, meningkatkan kompetensi, serta menghadirkan berbagai terobosan dan prestasi di tempat tugas masing-masing. “Allah menempatkan orang yang tepat, di tempat yang tepat, dan pada waktu yang tepat. Syukuri apa pun yang terjadi karena semua merupakan kehendak Allah,” pungkasnya. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















