Penulisš° Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Getaran gempa masih terasa mulai malam hingga Subuh tadi. Karenanya warga di Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura masih merasa khawatir dan takut kembali ke rumah.
Rumah-rumah mereka masih aman ditempati, hanya beberapa yang runtuh. entah sampai kapan mereka akan bertahan di bawah tenda biru pengungsian. Beruntung hujan tidak turun hari-hari ini.
“Kami akan membersamai mereka hingga musibah gempa bumi tak lagi menghampiri. Kami juga akan tetap bertahan di sini hingga kondisi dinyatakan aman dan seluruh warga terdampak gempa Bawean kembali ke rumahnya masing-masing,” ungkap Kepala Cabang Nurul Hayat (NH) Gresik Sholikhul Amin, Senin (25/3/2024).
Nurul Hayat bersama tim kesehatan hari ini akan melakukan pengecekan kesehatan mereka. “Kami akan terus memberikan support, baik berupa fisik maupun logistik kebutuhan makanan. Tentu dengan melihat situasi dan kondisi di lapangan. Semua terdata agar masyarakat bisa adil dalam mendapatkan bantuan,” ungkap Sholikhul Amin, Kepala NH Gresik sekaligus Ketua Forum Zakat Daerah Gresik ini.
Sementara BPBD Gresik terus mengidentifikasi guna penanganan darurat bencana gempa di Bawean teratasi dan berjalan dengan baik. Pihaknya juga meminta kepada warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi maupun berita hoaks terkait tsunami dan lain lain.
Untuk diketahui, pasca bencana gempa berkekuatan magnitudo (M) 6.5 dengan kedalaman 10 km tersebut mengakibatkan 2.972 rumah rusak ringan, 1.286 rumah rusak sedang dan 820 rumah rusak berat.
Selain itu, terdapat 143 tempat ibadah rusak ringan, 10 rusak sedang dan 11 rusak berat. Selanjutnya 59 sekolah rusak ringan, 11 rusak sedang, 5 rusak berat, juga terdapat 1 pondok pesantren rusak sedang, 13 kantor rusak ringan, 1 kantor rusak berat, dan 1 rumah sakit rusak ringan.
Gempa juga mengakibatkan 7 orang mengalami luka luka. Empat diantaranya dari Kecamatan Tambak dan tiga korban luka lainnya berasal dari Kecamatan Sangkapura Bawean.
Berdasarkan prediksi BMKG memang sampai saat ini gempa sudah ada 229 kali dan tidak berpotensi tsunami. Intensitas atau volume gempa semakin turun dan kecil. Mudah-mudahan ini segera berakhir agar warga dapat kembali aman dan tenang.
Menyusul kejadian tersebut, Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi mulai 22 Maret hingga 11 April 2024. (Didik Hendri Telisik Hati)
















