GRESIK, BN News – Bukan sekadar formalitas, birokrasi bersih kini menjadi harga mati bagi pelayanan publik di Kabupaten Gresik. Bertempat di Aula Al Ikhlas pada Rabu (4/11/2026), Kantor Kemenag Gresik resmi menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia untuk menggelar Safari Keagamaan Antikorupsi.
Kegiatan strategis ini menghadirkan 124 peserta yang terdiri dari kasubbag tata usaha, kepala seksi, pimpinan ormas Islam (NU, Muhammadiyah, LDII, MUI), pimpinan FKUB, DMI, kepala madrasah, kepala KUA, hingga pengurus lembaga pendidikan keagamaan.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Dengan posisi Gresik sebagai wilayah yang memiliki jumlah organisasi masyarakat dan pondok pesantren terbanyak se-Indonesia, seperti yang diungkapkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Gresik, M. Syahrul Munir, kekuatan kultural para kyai dan ulama menjadi modal sosial paling efektif untuk membentengi masyarakat dari praktik rasuah.
Kepala Kantor Kemenag Gresik juga menegaskan bahwa penguatan integritas ini harus berpilar pada arkanul ma’hat serta melibatkan santri minimal 15 orang sebagai penggerak moral di akar rumput. Pemaparan mendalam dari Johnson Ridwan Ginting selaku Tim Direktorat Pembinaan Peran Serta (Dit.Permas) KPK semakin mempertegas bahwa tokoh agama dan pendidik adalah garda terdepan agen perubahan.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Kemenag Gresik berkomitmen menghadirkan layanan yang transparan, akuntabel, dan bebas korupsi demi kemaslahatan umat. (*)
#KemenagGresik #Antikorupsi #KPKRI #ZonaIntegritas #MadrasahBerintegritas
















