BN News – Biasanya, halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik dipenuhi antrean pelayanan.Tapi pagi itu berubah menjadi panggung semangat dan harapan. Sebanyak 138 peserta dan 47 official dari madrasah MI, MTs, dan MA dilepas secara resmi menuju PORSENI Jawa Timur di Jember, 7-9 Juli 2025.

Namun yang paling menyentuh tahun ini
bukan hanya jumlah peserta, melainkan siapa yang hadir untuk melepas mereka. Untuk pertama kalinya dalam sejarah PORSENI Madrasah Gresik, Anggota DPRD Gresik
Imam Syaifudin,SH, dan perwakilan KONI Kabupaten Gresik datang langsung, menyaksikan dan menyampaikan dukungan mereka secara terbuka.
Kehadiran yang tidak bisa dianggap
remeh, karena seperti yang diungkapkan oleh para tokoh tersebut, “Komunikasi kami
dengan madrasah memang belum lancar di tahun-tahun sebelumnya.Tapi hari ini, kami
melihat langsung anak-anak madrasah punya potensi besar.” Beliau menyampaikan, “Kalau
di PORSENI ini ada yang menunjukkan prestasi luar biasa,bukan tidak mungkin mereka akan kami dorong untuk mewakili Gresik di ajang Porprov 2027 di Surabaya.”
Sementara dari KONI Gresik, disampaikan bahwa bibit unggul dari madrasah mulai masuk radar. “Gresik sedang naik daun di ajang Porprov. Dan kami ingin memastikan madrasah juga punya jalur yang sama.”
Kasubag TU Kemenag Gresik M.Ali Faiq, tak kalah membakar semangat: “Target kita apa,
anak-anak?””JUARA!” Seru mereka serentak.
la menambahkan, Dari 800 lebih madrasah di
Gresik, yang berangkat hari ini adalah pilihan terbaik. Bukan hanya mewakili sekolah, tapi
membawa nama baik Kemenag, kabupaten, dan umat.”
Sambutan-sambutan inspiratif juga datang dari Kasi Pendma Hj.Masfufah, Ketua
Kontingen Khoirul,bS.Pd., serta perwakilan KONI yang mengingatkan agar anak-anak
menjaga kesehatan, bermain dengan semangat, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Momen pelepasan ini ditutup dengan doa khusyuk oleh Bapak Faizin, M.Pd.I. Doa yang
mengiringi langkah mereka, agar selamat dalam perjalanan, sukses dalam pertandingan,
dan pulang membawa medali dan kisah kebanggaan.
Kini bukan lagi soal berangkat bertanding.Tapi bagaimana Kemenag Gresik menghadirkan
perubahan: mengangkat potensi madrasah ke panggung prestasi yang lebih luas dengan
kolaborasi yang makin solid bersama pemangku kebijakan. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
















