Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan berbasis digital, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Kedamean menyelenggarakan Workshop Penyusunan Media Pembelajaran Berbasis Digital. Bertempat di Hotel Royal Trawas, Mojokerto, kegiatan ini diikuti oleh 98 peserta, yang terdiri atas guru dan kepala madrasah di wilayah KKMI Kedamean, Selasa (10/12/2024).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gresik, H. Pardi, yang didampingi oleh Kasi Pendma Kemenag Gresik, Hj. Masfufah, Pengawas Madrasah Kemenag Gresik, Mabrur, serta Ketua KKMI Kedamean, Sudarmaji.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, H. Pardi, menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan. Menurutnya, meskipun era digital semakin berkembang, metode manual tetap relevan dan perlu dipertahankan sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran.
“Yang manual tetap dipakai, namun kita juga harus mampu mengelola aplikasi, keuangan, dan berbagai kebutuhan lainnya berbasis digital. Prinsipnya, tulis apa yang akan dilakukan, dan lakukan apa yang sudah ditulis, semuanya terdokumentasi,” tegasnya.
H. Pardi juga mendorong para pendidik untuk memanfaatkan aplikasi seperti Canva dan berbagai teknologi digital lainnya untuk menciptakan materi pembelajaran yang kreatif dan menarik. Selain itu, beliau menyinggung Kurikulum Merdeka yang bertujuan membangun keterampilan dan karakter siswa melalui pemanfaatan teknologi.
“Kurikulum Merdeka mengarahkan kita untuk mempersiapkan siswa memiliki keterampilan, karakter, serta kemampuan menggunakan aplikasi digital secara maksimal,” jelasnya.
Namun, beliau juga mengingatkan agar guru tidak terjebak pada kelemahan klasik, seperti kurang adaptif terhadap perubahan atau kurang fleksibel dalam memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Guru harus siap menerima fasilitas yang ada, menghadapi perubahan kurikulum, serta memiliki fleksibilitas tinggi untuk memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kecerdasan setiap anak,” tambahnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan materi tentang Kurikulum Merdeka oleh Hj. Masfufah, yang menekankan pentingnya membentuk keterampilan dan karakter siswa melalui pemanfaatan teknologi digital. Sementara itu, Pengawas Madrasah, Mabrur, memaparkan teknik penyusunan Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, serta implementasi P5P2RA.
Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan para pendidik dapat lebih semangat dan kompeten dalam menghadirkan pembelajaran berbasis digital yang relevan dan inspiratif bagi siswa. (Didik Hendri Telisik Hati)
















