GRESIK, BN News – Ketua Senat Universitas Gresik (Unigres), Dr. Suyanto, S.H., M.H., M.Kn., M.AP., M.Pd., Associate Professor (Lektor Kepala), mendorong generasi muda menjadikan kekayaan budaya lokal sebagai sumber inspirasi inovasi di tengah perkembangan industri dan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Dr. Suyanto saat menjadi narasumber Talkshow Inovasi yang diselenggarakan Bappeda Kabupaten Gresik bertema “Culture Meets Creativity: Saatnya Anak Muda Berinovasi”, Jumat (6/11/2026), di Atrium Icon Mall Gresik. Kegiatan ini diikuti mahasiswa, pelajar, santri, ASN, dan masyarakat umum, dengan moderator Naily Itqiana dari Bappeda Gresik.
Dalam paparannya, Dr. Suyanto menyampaikan bahwa Gresik memiliki kekayaan budaya, sejarah, tradisi keagamaan, sekaligus kekuatan industri yang dapat menjadi modal besar untuk melahirkan inovasi generasi muda. Menurutnya, budaya lokal seperti Damar Kurung dan kuliner Pudak tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi perlu dikembangkan melalui kreativitas, teknologi digital, dan kewirausahaan agar memiliki nilai ekonomi serta daya saing lebih luas.
“Gresik memiliki identitas budaya yang kuat sekaligus potensi industri yang besar. Anak muda harus mampu mempertemukan kedua kekuatan tersebut menjadi inovasi yang produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. Ia juga mengajak generasi muda mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta peluang kerja.
Perkembangan kawasan industri harus dimanfaatkan untuk melahirkan kreativitas, usaha baru, dan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, termasuk lingkungan dan pengelolaan limbah industri.
Menambahkan pernyataannya beliau menjelaskan penguasaan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) harus diimbangi dengan integritas, etika, tanggung jawab, serta karakter yang kuat.
“Teknologi boleh semakin modern, tetapi karakter tidak boleh semakin mundur. Inovasi harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan industri, serta komunitas anak muda dalam membangun ekosistem inovasi daerah. Sejalan dengan moto Universitas Gresik, “Unggul dan Berkarakter”, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga generasi yang kreatif, mandiri, inovatif, dan peduli terhadap persoalan sosial.
Menutup paparannya, beliau berpesan agar generasi muda tidak kehilangan identitas budaya dalam menghadapi modernisasi.
“Jadikan sejarah sebagai inspirasi, budaya sebagai identitas, ilmu sebagai kekuatan, kreativitas sebagai jalan, dan inovasi sebagai kontribusi. Bangga menjadi anak Gresik, berinovasi untuk daerah, dan berkarya untuk Indonesia,” pungkasnya. (*)















