GRESIK, BN News – Bagaimana jadinya kalau guru madrasah bisa mengajar dengan tenang tanpa cemas, sementara siswa kurang mampu mendapat jaminan masa depan lewat bantuan yang tepat sasaran?

Guna memangkas risiko kerja dan kerentanan ekonomi di sektor pendidikan keagamaan, Kantor Kemenag Kabupaten Gresik bergerak cepat mengintegrasikan perluasan BPJS Ketenagakerjaan sekaligus optimalisasi Program Indonesia Pintar (PIP).
Agenda strategis ini digelar selama dua hari, Rabu hingga Kamis (8-9 Juli 2026), di Aula Al Ikhlas Kantor Kemenag Gresik. Langkah nyata ini menjadi bukti kehadiran negara dalam memberikan perlindungan hak dasar bagi ekosistem madrasah.
Tidak main-main, sebanyak 721 lembaga pendidikan keagamaan formal (193 RA, 229 MI, 133 MTs, dan 66 MA) se-Kabupaten Gresik dilibatkan secara bertahap. Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, menegaskan bahwa guru dan tenaga kependidikan adalah pilar utama bangsa yang wajib mendapatkan hak perlindungan layak.
Melalui paparan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gresik, Purwantono, para guru kini mendapat kepastian Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan kemudahan daftar kolektif di lokasi.
Sementara itu, untuk menjamin keberlanjutan sekolah siswa, Kemenag menggandeng Kepala Dinas Sosial Gresik, Ummi Khoiroh, untuk sinkronisasi data kemiskinan agar dana PIP terserap akurat.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Masfufah, menambahkan bahwa integrasi dua program utama ini menciptakan dampak berganda bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan.
Yuk, kawal momentum ini dan pastikan madrasahmu sudah terdata! Bagikan informasi penting ini ke seluruh pejuang pendidikan di Gresik! (*)
#KemenagGresik #MadrasahSejahtera #BPJSKetenagakerjaan #ProgramIndonesiaPintar #GuruMadrasah















