SURABAYA, BN News – Dalam upaya menjawab tantangan Kurikulum Merdeka dan era Pendidikan 4.0, Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pelatihan inovatif bertajuk “Pengembangan Pembelajaran Sejarah Berbasis AI”. Kegiatan ini berlangsung secara hibrid pada Sabtu-Minggu, 9-10 Agustus 2025, berpusat di Gedung I07 FISIPOL Unesa.
Meskipun kebiasaan guru dalam menggunakan teknologi dasar tergolong tinggi (mencapai 85,4%), pemanfaatan aplikasi pembelajaran yang terintegrasi atau ekosistem digital dalam pembelajaran sejarah masih sangat minim. Banyak guru masih menggunakan aplikasi digital sebatas untuk menyebarkan materi seperti PPT atau LKPD melalui WhatsApp saja.
“Pengintegrasian teknologi informasi ke dalam proses pembelajaran telah menjadi suatu keharusan guna menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman yang dinamis,” ungkap Artono, selaku Ketua Pelaksana PKM Pendidikan Sejarah Unesa, Rabu (8/4/2026).
Sebanyak 79 guru SMA/MA dari berbagai wilayah di Jawa Timur mendaftar dalam kegiatan ini, tetapi sebanyak 32 peserta hadir secara luring di Gedung I07 FISIPOL
Program ini menggunakan model hybrid training yang terdiri dari:
–Sesi Diagnostik: Tes awal untuk mengetahui sejauh mana literasi digital guru.
–Pemaparan Materi: Pengenalan konsep Technological Pedagogical Content Knowledge (TPCK) dan pentingnya Learning Management System (LMS).
–Sesi Praktik & Penugasan: Guru dibimbing langsung untuk merancang kelas digital, menyusun bahan ajar, dan membuat asesmen interaktif di platform AI.
Hasil pelatihan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sebanyak 17 peserta berhasil meraih tingkat relasional dari tabel Taksonomi Solo, 6 orang pada tingkat multistruktural, 7 orang pada tingkat unikstruktural.
Secara umum, peserta kegiatan sendiri sudah ahli dalam menggunakan AI dalam pembelakaran. Para guru sejarah kini mampu mengintegrasikan sumber primer dan sekunder ke dalam desain kelas yang lebih dinamis, sesuai dengan kebutuhan siswa generasi milenial.
Meski menunjukkan kemajuan pesat, tim pengabdian menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan agar teknologi ini benar-benar diimplementasikan di ruang kelas. Ke depan, pengembangan pembelajaran sejarah direncanakan akan mulai menjajaki penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk semakin memaksimalkan kualitas pendidikan sejarah di Indonesia.
Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unesa serta Ikatan Alumni (IKA) Pendidikan Sejarah Unesa. (*)
















