Penulis📚 Syafik Hoo/Telisik Hati
BN News.com – Ketua DPC PKB Gresik H. Much. Abdul Qodir, S.Pd.I dengan tegas menyatakan, tren pemilih PKB sampai hari ini terus meningkat. Hal ini terbukti dengan hasil survey yang menyebutkan bahwa kursi PKB di DPRD Gresik bisa mencapai 23 kursi.
“Ini sungguh di luar ekspektasi, karena awalnya kita menargetkan 16 kursi. Tetapi melihat geliat para caleg PKB di semua dapil di Gresik yang begitu semangat, semoga target 16 ini benar-benar naik,” tegas Kaji Qodir sapaan akrabnya saat menghadiri acara Konsolidasi Pemenangan Caleg PKB di Wisata Giri Kuno, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Sabtu (12/8/2023) kemarin.
Kendati begitu, lanjut Kaji Qodir, kita tetap tidak boleh terlena dengan survey mana pun. “Kita harus tetap waspada, terus semangat serta bergerak menuju kemenangan PKB 2024,” tandas politisi senior yang aktif di Ansor serta menjabat sebagai Ketua DPRD Gresik ini.
Sementara itu, jelang kontestasi Pemilu 2024, mantan Ketua PAC Demokrat Kebomas Abdul Wahid menyatakan dirinya bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) bersama seluruh gerbongnya. Hal ini disambut baik oleh ketua Dewan Tanfid DPAC PKB Kebomas Zainuddin Fuad dan Ketua Dewan Syuro DPAC PKB Kebomas H. Miftah Junaidi serta disaksikan oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Gresik H. Much. Abdul Qodir.
Menurut Fuad, Wahid ini sangat piawai dalam memainkan strategi pergerakan politik di grassroot, ini terbukti bahwa dirinya selalu sukses mengantarkan caleg yang diusungnya menuju kursi parlemen.
“Saya sangat mengapresiasi bergabungnya Wahid ke PKB, ini akan membawa dampak besar bagi perkembangan PKB Kebomas dan saya yakin 2024 ini PKB Kebomas pasti dapat kursi setelah 15 tahun tidak punya wakil di DPRD Kabupaten Gresik,” terang Fuad saat mendampingi Ketua Kaji Qodir.
Hadir dalam kegiatan ini, Hj.Ufiq Zuroidah DPRD PKB Jatim, seluruh Jajaran Pengurus Harian PKB Kebomas, Ainul Farodisa Ketua Perempuan Bangsa Kecamatan Kebomas , Sa’adatul Fitriyah Ketua Majelis Pesona Kecamatan Kebomas serta Ketua Tanfidziyah dan Sekretaris MWC NU Kebomas. (Syafik Hoo/Telisik Hati)
















