Penulisš Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – “Serapan rendah, Anggaran besar!” Kritik pedas itu dilontarkan Ketua F-PKB (Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa) DPRD Kabupaten Gresik Muhammad Syahrul Munir. Untuk itu, anggota dewan termuda ini meminta program UHC disosialisasikan oleh Kepala Desa ke warganya.
“Saya menilai Puskesmas gagal melakukan sosialisasi program UHC (Universal Health Coverage). Maka mohon bantuan kepala desa untuk menyosialisasikan ke warganya tentang program ini,” tandas Cak Syahrul sapaan akrabnya, Selasa (5/9/2023).
Lebih parah lagi, dirinya sempat kaget saat
dilapori warga soal ketidaktahuan program UHC tersebut. Padahal anggaran yang kita alokasikan sangat besar. Jika masyarakat tidak tau, maka sayang sekali program ini, karena kita bayarnya utuh dan dibayarkan diĀ muka kepada pihak BPJS.
Untuk itu, Syahrul kembali memohon bantuan kepala desa untuk menyosialisasikan program UHC. Biayanya kita bayarkan sangat tinggi namun serapannya rendah. Ada indikasi masyarakat banyak yang tidak tau program ini.
“Malam ini saya diminta bantuan warga dari Bungah soal pembuatan kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat). Saya sampaikan kalau ada program UHC, nyatanya dia tidak tau. Maka, saya mohon program ini disebarkan ke masyarakat luas,” tegas wakil rakyat yang dikenal berani bersuara lantang demi memperjuangkan kepentingan masyarakat ini.
Bahkan, lanjut Syahrul, ternyata masih banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa program ini bisa diakses melalui puskesmas maupun RSUD.
“Ya banyak memang. Dan gak apa-apa kalau berobat ke swasta. Iki masalahnya banyak yang gak tau. Padahal kita sudah menganggarkan jaminan kesehatan mereka,” paparnya serius. (Didik Hendri Telisik Hati)
















