BN News – Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan ketahanan pangan nasional, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik menorehkan langkah inspiratif. Melalui KUA Balongpanggang, Kemenag Gresik menggandeng Lembaga Amil Zakat Nasional) Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) dalam Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) berbasis pertanian.
Kolaborasi ini bukan sekadar bantuan, tetapi jembatan menuju kemandirian petani di desa. Acara Verifikasi Lapangan Calon Penerima Manfaat (CPM) untuk para petani digelar di Balongpanggang, dihadiri oleh Kabid Penais dan Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Jawa Timur,Muhammad Arwani, Penzawa Kemenag Gresik Nelly Afroh, Kepala KUA Balongpanggang M.Edy Zainuddin, perwakilan YDSF Ust.Alfin, serta penyuluh agama Islam, yakni Syaifur Rohman,Titik Wahyuni, dan M.Nawawi.
Sebanyak 10 petani terpilih sebagai calon penerima manfaat, melalui proses verifikasi ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Arwani menegaskan, sinergi ini adalah wujud nyata peran KUA sebagai ujung tombak
Kemenag di tingkat kecamatan. “KUA bukan hanya soal pernikahan, tapi juga motor
penggerak pemberdayaan umat. Kami ingin model ini direplikasi di seluruh kecamatan,”
ujarnya, Rabu (30/7/2025).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan, sektor pertanian
menyumbang 12,53% terhadap PDB nasional, namun petani masih menghadapi kendala
modal dan teknologi.
Program ini menjawab tantangan tersebut dengan bantuan modal dan pelatihan teknis pertanian.
Alfin dari YDSF menambahkan, pendekatan produktif berbasis zakat mengubah paradigma bantuan. “Kami tidak ingin petani hanya jadi penerima.Targetnya, mereka naik kelas jadi muzaki, dari mustahik menjadi pemberi zakat,” katanya.
Pendampingan spiritual oleh penyuluh agama juga menjadi nilai tambah, memastikan petani tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga mental dan moral. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
















