Pacitan, BN News — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, melantik sebanyak 78 pejabat di lingkungan Kemenag Jawa Timur, Sabtu (10/1/2026), di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pacitan. Pelantikan dilaksanakan secara hybrid, dengan 34 pejabat dilantik secara langsung dan 44 pejabat lainnya mengikuti prosesi secara daring.
Sebanyak 78 pejabat yang dilantik tersebut menduduki jabatan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha Madrasah, serta Jabatan Fungsional Penghulu.
Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat bukanlah fasilitas, melainkan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh integritas.
“Jabatan itu bukan fasilitas, tetapi tanggung jawab. Oleh karena itu, niatkan setiap amanah yang diberikan ini sebagai bentuk pengabdian,” tegas Kakanwil.
Ia menekankan bahwa pengabdian tersebut harus didukung oleh kompetensi yang memadai serta komitmen yang kuat untuk menjalankan tugas dan fungsi jabatan sebaik-baiknya.
“Niatkan pengabdian ini dengan kompetensi yang terus ditingkatkan dan komitmen yang kuat untuk menjalankan amanat secara optimal,” ujarnya.
Kakanwil juga mengingatkan pentingnya sikap istiqamah dalam menjalankan tugas, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan dan dinamika kerja.
“Istiqamah itu penting. Seberat apa pun amanah yang diemban, jika dijalani dengan konsisten dan sungguh-sungguh, insyaallah akan dapat dilalui,” tambahnya.
Selain itu, prinsip akuntabilitas menjadi penekanan utama dalam arahannya. Menurut Kakanwil, setiap kebijakan dan tindakan pejabat harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif, moral, dan hukum.
“Apa pun yang kita lakukan harus akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini adalah bagian dari integritas aparatur Kementerian Agama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil juga berpesan agar para pejabat mampu mengendalikan emosi dalam bekerja, tidak mudah marah, serta cepat beradaptasi dengan lingkungan dan tugas baru.
“Hindari marah dalam menjalankan tugas. Segera beradaptasi dan langsung bekerja memberikan pelayanan terbaik,” pesannya.
Kepada pejabat yang memperoleh promosi jabatan, Kakanwil mengingatkan agar tidak larut dalam rasa bangga berlebihan.
“Bagi yang mendapatkan promosi, jangan merasa paling pintar atau paling hebat. Jabatan ini adalah amanah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat,” tandasnya. (Telisik Hati)
















