GRESIK, BN News – Bahwa hakikat penciptaan manusia sesungguhnya hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Segala upaya yang dikerahkan untuk mengejar cita-cita duniawi, pada akhirnya akan sirna ditelan zaman.
Untuk memenuhi tujuan penciptaan kita di alam semesta ini, kita harus senantiasa memperhatikan dan menjaga ibadah sehari-hari. Baik itu ibadah wajib, seperti menunaikan salat dan berbakti kepada orang tua, maupun ibadah sunnah, seperti bersedekah, melaksanakan salat sunnah pada waktu-waktu tertentu, serta berdzikir di pagi dan petang.
Agama tidak melarang kita untuk mengejar cita-cita duniawi. Namun, dalam perjuangan meraihnya, kita wajib tetap memprioritaskan kewajiban ibadah sebagai wujud mengingat Allah sebagai Tuhan.
Dalam Islam, semua gerak manusia yang bernilai positif, termasuk bekerja, mestinya diiringi dengan niat beribadah kepada Allah SWT, karena hal itu akan bernilai pahala. Terlebih Allah SWT telah memerintahkan kepada umat manusia untuk mencari rezeki yang baik, agar kemudian digunakan untuk beribadah kepada-Nya.

Demikian disampaikan Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib saat didapuk mengisi acara Majelis Dzikir dan Ilmu yang diselenggarakan di Masjid yang ada di KEK JIIPE Manyar Gresik, baru-baru ini.
Dalam Majelis Dzikir dan Ilmu tersebut, Kiai Rofiq sapaan akrabnya mengajak untuk memperbaiki niat kita dalam bekerja dengan tidak hanya niat untuk mencari uang, namun juga dilakukan dengan profesional dan diniatkan pula untuk mencari Ridha Allah SWT, bukan hanya untuk mencari hidup yang nyaman, tapi juga menyiapkan bekal pulang kepada-Nya. Sehingga bumi atau tanah yang kita pijak penuh dengan keberkahan.
“Kami atas nama Ketua Umum MUI Gresik sangat gembira, karena para karyawan ribuan yang muslim menjalankan ibadah salat di masjid ini dengan penuh khidmah untuk bekal besok di akhirat,” ucap Kiai Rofiq sembari mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan para korban tanah longsor di Papua.
Kiai Rofiq juga mengingatkan agar jangan melupakan Allah, jangan sampai tinggalkan salat lima waktu. Dan saat puasa Ramadhan besok, jangan ada yang terang-terangan tidak puasa seolah-olah bukan kewajiban. Terlebih, jangan sampai wilayah pabrik ini tercemar dengan kemaksiatan seperti minuman keras dan lainnya.
“Ingat, jangan sampai Allah murka karena oknum di pabrik ada yang gak sholat dan puasa dengan terang-terangan, apalagi kemaksiatan dibiarkan,” tandas Kiai Rofiq yang sontak membuat para karyawan Smelter Freeport dan karyawan lainnya di KEK JIIPE tergetar hatinya.
Selanjutnya para karyawan bersama-sama Ketua MUI Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib mengucapkan Astaghfirullahaladzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaih. “Aku memohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Dzat Yang Maha Hidup Kekal lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya”. (Telisik Hati)
















