Penulis📰✍️ Ustadz Farid/Telisik Hati
BN News – Istimewa! Santri Pondok Pesantren Refah Islami Sidayu Gresik yang tergabung dalam Kader Lingkungan berhasil mengembangkan budidaya Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi).
Menariknya, keberhasilan budaya jamur tersebut berkat memanfaatkan air bekas cucian beras yang berasal dari dapur pesantren.
Proses budidaya ini hanya memerlukan waktu sekitar 10-14 hari untuk menghasilkan jamur yang kaya manfaat. Jakaba, yang dikenal sebagai sumber organik berfungsi sebagai pupuk cair yang sangat efektif untuk menyuburkan tanaman.
“Pupuk cair dari jamur ini terbukti ampuh dalam mengatasi masalah tanaman kerdil serta memberikan harapan baru dalam pertanian berbasis ramah lingkungan,” terang
Mudir Pondok Pesantren Refah Islami, KH. Farid Dhofir, Lc. M.Si, Selasa (10/12/2024).
Untuk diketahui, kepedulian terhadap lingkungan ini mengantarkan Pondok Pesantren Refah Islami menerima Penghargaan Eco Pesantren Tingkat Pratama peringkat II dari Gubernur Jawa Timur.
Penghargaan ini diberikan atas capaian pesantren dalam hal: penghijauan, pengelolaan sampah, pemberdayaan sumber daya air dan energi serta kreatifitas pesantren dalam mengelola produk pesantren.
PP Refah Islami memiliki budaya DIAM BERSERI yg merupakan akronim dari Disiplin, Aman, Bersih, Sehat, Rapi dan Bersih. Sudah barang tentu, perhatian pada lingkungan di dalam pesantren sangat tinggi. Dibuktikan dengan dimilikinya Green House dan santri yang tergabung dalam wadah Kader Lingkungan.
Sebelumnya, Madrasah Tsanawiyah Refah Islami telah mendapatkan penghargaan Madrasah Adiwiyata dari Pemerintah Kabupaten Gresik tahun 2023. (Ustadz Farid/Telisik Hati)
#ecopesantren
#madrasahadiwiyata
#refahislami
#pesantrenrefahislami
















