Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Kakanwil Kemenag Jawa Timur Dr. KH. Husnul Maram, M.HI didampingi Pembimas Budha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur beserta Kakanwil se-Indonesia menghadiri pembukaan Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) XI tingkat nasional di Magelang. Kegiatan diikuti oleh sekitar 1.500 umat Buddha yang merupakan perwakilan tiap provinsi di Indonesia termasuk Jawa Timur yang mengirimkan 60 peserta dan official.
Tampak hadir dalam pembukaan Swayamvara Tripitaka Gatha Nasional, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha Nasional David Herman Jaya, Staf Khusus Menteri Agama Wibowo Prasetyo, Dirjen Bimas Buddha Supriyadi, Perwakilan Pejabat Gubernur Jawa Tengah, Ketua Umum Permabudhi, Anggota DPR RI Bambang Patijaya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Se-Indonesia dan tamu undangan lainnya.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki. Wamenag menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Ditjen Bimas Buddha, Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha, dan semua pihak yang telah mempersiapkan dan berkontribusi atas terlaksananya Swayamwara Tripitaka Gatha. Semoga event ini dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar serta memperoleh hasil yang diharapkan.
Menurutnya ada tiga manfaat dari kegiatan STG ini, pertama, bagaimana umat Buddha dapat bertemu satu sama lain dari provinsi yang berbeda, suku yang berbeda, dan bersama-sama merajut persatuan dan kesatuan inilah sesungguhnya nilai yang dapat diperoleh dari ajang perhelatan Swayamwara Tripitaka Gatha.
Kedua lanjut Saiful, dalam kegiatan ini umat Buddha dapat mengkaji dengan lebih mendalam esensi dan nilai-nilai yang terkandung di dalam kitab suci Tripitaka sehingga pemahaman dan spiritualitas beragama khususnya agama Buddha lebih meningkat.
“Saya percaya bahwa Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha (LPTG) telah melakukan kajian yang mendalam mengenai materi Tripitaka yang layak dilombakan sebagai lomba pokok dalam Swayamwara Tripitaka Gatha, dan apa saja yang dapat dilombakan sebagai exhibition untuk lebih meramaikan event nasional ini,” kata Saiful, Kamis (2/11/2023).
Ketiga, Saiful mengatakan yang terpenting dari tujuan dilaksanakannya STG ini adalah bagaimana umat Buddha dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan atau dalam istilah Buddhis yaitu sradha dan bhakti kepada Tuhan yang Maha Esa dan Sang Tri Ratna atau Buddha, Dharma, dan Sangha sehingga dalam berpikir, bertutur, dan berbuat senantiasa berpedoman pada nilai-nilai luhur ajaran agama Buddha.
“Saya percaya, setiap kontingen dari masing-masing provinsi yang ada di Indonesia, yang mengikuti kontestasi ini, semua mengharapkan dan bercita-cita meraih kejuaraan yang sebanyak – banyaknya atau menjadi juara umum, sebagai bentuk kebanggaan bagi daerahnya dan tentu saja tanggungjawab atas pengharapan serta dukungan umat di daerah, ” ujar Saiful.
“Semua itu adalah hal yang lumrah dan manusiawi, namun janganlah kemenangan tersebut diperoleh dengan cara-cara yang tidak baik atau menghalalkan segala cara demi memperoleh kejuaraan; karena ada yang lebih penting dari sekedar memperoleh trophy kejuaraan,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Jatim yang akrab disapa Mas Maram mengapresiasi antusias peserta dalam mensukseskan kegiatan
“STG, sungguh Momentum Merajut Persatuan Umat Buddha Seluruh Indonesia” katanya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















