Penulis📚 Hengky/Telisik Hati
BN News.com – Seni Karawitan merupakan salah satu kesenian asli Indonesia yang sudah banyak dikenal masyarakat sebagai kesenian tradisional. Seni Karawitan dikenal, diakrabi, dihayati, dan dilestarikan oleh berbagai kalangan, baik komunitas di masyarakat luas maupun komunitas-komunitas yang ada di lembaga, instansi, atau institusi tertentu. Tak terkecuali di SMAN 1 Wringinanom.
Terbentuknya pembelajaran Seni Karawitan di SMAN 1 Wringinanom ini digagas oleh Drs. Sukadi, M.Si., Kepala Sekolah SMAN 1 Wringinanom. Bahkan diberi nama dengan Karawitan Abirasa. Seni Karawitan tersebut masuk dalam pembelajaran Seni Budaya.
“SMAN 1 Wringinanom menerapkan Kurikulum Merdeka. Dalam pembelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Wringinanom ini dibagi menjadi 4, yaitu Seni Karawitan, Seni Musik, Seni Tari, dan Seni Rupa. Dari keempat seni tersebut diampu oleh 4 guru Seni Budaya yang sesuai dengan bidangnya masing-masing,” terang Kepala
SMAN 1 Wringinanom Drs. Sukadi, M.Si, Senin (28/8/2023).
Di tempat yang sama, salah satu guru Seni Budaya, Hengky Supriyanto, S.SN mengatakan, SMAN 1 Wringinanom patut diberikan apresiasi yang tinggi, karena sebagai contoh dari sekolahan-sekolah lain yang mengembangkan dan melestarikan seni budaya, yakni karawitan, sebuah kearifan lokal yang merupakan warisan dari budaya leluhur.
“Keberadaan Seni Karawitan Abirasa ini cepat menggeliat berkat fasilitas dari sekolah, karena memiliki perangkat instrumen gamelan lengkap slendro dan pelog. Satu perangkat tersebut ada di Ruang Karawitan,” jelas Hengky yang mengajarkan Seni Karawitan.
Menurut Hengky, Seni Karawitan adalah ungkapan jiwa manusia yang dilahirkan melalui nada-nada berlaras slendro atau pelog yang diatur berirama, selaras, dan serasi, sehingga nyaman ketika didengar dan enak ketika dipandang, terkait dengan vokalnya, instrumen, maupun saat penampilan
“Siswa-Siswi pun sangat antusias dalam pembelajaran Seni Karawitan. Selain itu, Karawitan Abirasa juga sudah memberikan warna tersendiri untuk SMAN 1 Wringinanom, salah satunya sudah mampu mengiringi pagelaran wayang kulit dalam acara Class Meeting bulan Desember 2022 lalu,” ungkapnya bangga penuh syukur.
Ditambahkan, dengan adanya pembelajaran Seni Karawitan ini, semoga SMAN 1 Wringinanom sebagai contoh dari sekolahan-sekolah lainnya agar segera menerapkan adanya Seni Karawitan. Karena Seni Karawitan merupakan seni tradisi yang harus dieksplore wujud kecintaan terhadap budaya leluhur. (Hengky/Telisik Hati)
















