Penulisđź“° Syafik Hoo/Telisik Hati
BN News – Ratusan jamaah memenuhi pelataran halaman rumah Almarhum KH Moh Nadib, Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Kehadiran para jamaah tersebut untuk mengikuti Doa dan Tahlil yang dikhususkan kepada beliau KH Moh Nadib, Tokoh Ekonomi MWCNU Dukun di Peringatan 1000 hari wafatnya Mantan Kades Lowayu, Selasa (27/02/2024) malam.
Untuk diketahui, KH Moh Nadib yang juga Wakil Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dukun wafat pada Kamis, 3 Juni 2021 pukul 01.30 WIB.
Kiai Nadib, sapaan akrab almarhum, merupakan sosok yang sangat penting. Bahkan, karena dedikasi dan pengabdiannya, ia dijuluki sebagai Bapaknya Ekonomi NU.
Mantan Kepala Desa Lowayu Kecamatan Dukun dan Camat Ujungpangkah ini juga seorang aktivis NU yang hampir menghabiskan usianya untuk perjuangan. Hal tersebut dibuktikan dengan beragam amanah di NU pernah disandang. Yang istimewa, hampir separuh hidupnya dipersembahkan untuk jamiyah.
Kiai Nadib dikenal sebagai ahli ekonomi NU yang mumpuni dalam hal terobosan dan gagasan. Selalu cemerlang baik di konsep dan realisasi, maupun pelaporan yang berkaitan dengan keuangan.
Beberapa karya usaha ekonomi yang digagas Almarhum hingga saat ini dan mengalami kemajuan yang cukup signifikan termasuk KSPPS MWCNU, NUmani Bakery dan usaha ekonomi MWCNU Dukun yang lainya.
Dalam Peringatan Seribu Hari Wafatnya KH Moh Nadib Tokoh Ekonomi MWCNU Dukun Mantan Kades Lowayu ini, acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin oleh KH Moh Sholeh MAg, Ketua Tanfidziyah MWCNU Dukun, Sedangkan Tahlil dipimpin oleh KH Abdul Muhshi Pengasuh Ponpes Alkarimi Tebuwung, untuk Doa Tahlil dipimpin oleh KH Zayyadi Kr ( Bangeran), KH Azis (Lowayu) dan KH Nur Sholeh Hasyim Pengasuh Ponpes Darussalam (Tebuwung).
KH Muchtar Wahid mewakili sambutan Keluarga Almarhum KH Moh Nadib mengatakan, Alhamdulillah malam ini kito saget “Ndereakan” hadir untuk berdoa dan pembacaan tahlil peringatan 1000 hari wafatnya Almarhum kanti sehat.
“Njenengan Hadir di majelis ini tentu mulai awal berangkat dari rumah ngantos ten mriki tempat tentu sudah niat untuk mendoakan Almarhum KH Moh Nadib. Mudah-mudahan semua doa-doa kita diijabah oleh Allah SWT,” ucapnya.
Yai Muchtar biasa disapa menambahkan, monggo dipersilahkan untuk peringatan Almarhum KH Moh Nadib ini apa yang menjadi kebaikan dan edukasi tentu kita buat acuan dan pedoman sebagai Fastabiqul Khoiroh serta Takhadduts Binnikmah, untuk kebaikan dan inspirasi semangat usaha ekonomi.
Beliau juga mengucapkan, mewakili keluarga Hj Djalilah meminta maaf bila ada sesuatu yang kurang, baik tempat maupun yang lainnya dalam acara peringatan malam ini.
“Semoga segala kebaikan dari Almarhum bisa dilanjutkan dan dijadikan inspirator untuk masyarakat,” tutup Yai Muchtar Wahid yang juga Pengurus MWCNU dan KSPPS NU Dukun. (Syafik Hoo/Telisik Hati)
















