Penulis📰✍️ Amin/Telisik Hati
BN News – Menua bersama di ujung senja. Ya, Beliau adalah Pak Tampang beserta istri tercintanya. Tinggal di rumah tak layak huni di Dusun Nyanyat, Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Memasuki usia kepala tujuh, keduanya saling memiliki keterbatasan. Pak Tampang penglihatannya kabur, sedang istri pendengarannya sudah berkurang. Namun, mereka tetap saling menyayangi hingga menua bersama.
Saat Nurul Hayat (NH) silaturahmi berkunjung ke rumah mereka, keduanya saling senda gurau. Meski akhirnya Pak Tampang suaranya semakin meninggi, karena istrinya yang tidak bisa mendengar dengan jelas. Beberapa kali panggilan sayang terlontar dari Pak Tampang, meski tidak digubris karena memang tidak terdengar. Masya Allah, tidak kebayang romantisnya Beliau waktu masih muda.
Kepada NH Pak Tampang menuturkan, sang istri tercinta selalu curhat terkait keadaan rumah yang bocor di mana-mana dan takut ambruk. “Sebentar lagi kita juga akan meninggalkan rumah ini”. Begitulah jawaban ringan Pak Tampang kepada istrinya dengan nada penuh kasih sayang.
Ya, keduanya tinggal berdua saja. Hingga menua bersama, pasutri yang penuh cinta ini belum juga dianugerahi keturunan. Kendati begitu, NH merasakan kehangatan rumah tangga Beliau.
“Setelah kami berdiskusi dengan pihak pemerintah desa, kami sepakat membangunkan rumah sederhana untuk beliau. Rumah yang aman dan nyaman untuk beliau berdua menghabiskan sisa waktu bersama,” ungkap Kepala Cabang NH Gresik Sholihul Amin, Kamis (30/5/2024).
Dan Alhamdulillah, kemarin, Rabu (29/5/2024) NH melaksanakan bedah rumah milik Pak Tampang. Mohon doanya, semoga semuanya dimudahkan oleh Allah SWT. “Terima kasih kami sampaikan kepada Lazis PLN Nusantara Power yang berkenan bersinergi kebaikan bersama NH,” ucap Amin sapaan akrab pegiat sosial kemasyarakatan ini. (Amin/Telisik Hati)
















