GRESIK, BN News – Sejauh mata memandang, lantai Masjid Besar Darussalam Kedamean mendadak berubah menjadi hamparan warna putih. Sejak pukul 06.45 WIB, ratusan siswa MIN 1 Gresik dari kelas 1 hingga 6 sudah duduk rapi bersila, menciptakan pemandangan yang menyejukkan hati. Mengenakan busana muslim serba putih—lengkap dengan siswa yang bersarung dan siswi yang membawa mukena masing-masing—mereka bersiap memulai hari dengan agenda yang berbeda dari biasanya.
Kehadiran mereka di sana, membaur bersama kepala madrasah, dewan guru, dan seluruh staf, membawa satu misi sederhana: mengucap syukur secara berjamaah. Lewat ibadah shalat Dhuha dan istighosah, seluruh warga madrasah ingin memperkuat ikatan spiritual sekaligus menandai perjalanan panjang lembaga pendidikan ini menjelang Milad ke-46 yang jatuh pada 31 Mei 2026 nanti.
Suasana hening langsung tercipta begitu Drs. H. Mushollin dan Khotib, S.Pd. mulai memandu pembacaan dzikir. Suara lantunan doa yang bersahut-sahutan dari ratusan anak dan guru membuat atmosfer pagi itu terasa begitu berenergi namun tetap tenang. Di usia sekolah yang hampir menginjak setengah abad, setiap bait doa yang dibacakan adalah harapan konkret agar MIN 1 Gresik terus berkembang, melahirkan inovasi baru, dan konsisten mencetak generasi berprestasi.
Menariknya, madrasah ini tidak ingin rangkaian kegiatan menjelang hari istimewa tersebut menguap begitu saja setelah salam penutup. Di sela-sela kegiatan, sebuah pelajaran hidup yang nyata langsung dipraktikkan. Anak-anak diajak menyisihkan sebagian uang saku mereka ke dalam kotak infaq yang diedarkan secara sukarela. Gerakan ini bukan soal nominal, melainkan cara sekolah membiasakan murid merawat fasilitas ibadah mereka sendiri dan mendukung kegiatan keagamaan di sekitar mereka.
Dampak nyata dari kebiasaan berbagi ini bahkan langsung terlihat hari itu juga. Begitu ritual ibadah selesai dan mayoritas murid kembali ke ruang kelas untuk belajar, sebuah momen hangat terjadi di sudut lain sekolah. Dipandu oleh Waka Humas MIN 1 Gresik, Moch. Ainur Rokim, S.Pd., perwakilan siswa dari kelas 2C, 2D, dan 3B berkumpul untuk menerima penyaluran paket santunan langsung dari dana yang terkumpul dalam program “MIN 1 Gresik Berinfaq”.
Melihat senyum anak-anak saat menerima santunan tersebut, MIN 1 Gresik seperti sedang menegaskan kembali esensi dari sebuah pendidikan. Menjelang usia ke-46 tahun, fokus madrasah tetap konsisten: tidak hanya mengejar target kurikulum dan nilai di atas kertas, tetapi juga melatih kepekaan sosial agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang peduli pada lingkungan sekitarnya. (Humas MIN 1 Gresik/Telisik Hati)
















