HAUL POESPONEGORO: Besok Haul Kyai Tumenggung Poesponegoro Bupati Pertama Gresik ke-303 Tahun Ngaji Bareng Gus Muwafiq. (Telisik Hati)
BUMINUSANTARANEWS.COM – Kyai Tumenggung (KT) Poesponegoro adalah Bupati Gresik yang pertama. Beliau menjabat Bupati pertama di Gresik 1669-1732 M. Beliau wafat dan dimakamkan di komplek makam Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik.

Tahun ini, Peringatan Haul ke-303 Bupati Gresik Pertama KT Poesponegoro akan dilaksanakan besok, tepatnya pada hari Minggu Wage, 21 Agustus 2022 Masehi/ 23 Muharam 1444 hijriah. Haul akan digelar di pesarean setempat yang berlokasi di Desa Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik dimulai pukul 09.00 WIB.
Dalam acara Haul tersebut akan digelar Pengajian Akbar dengan menghadirkan penceramah kondang KH Ahmad Muwafiq atau yang lebih dikenal dengan Gus Muwafiq.

Ketua Panitia Haul ke-303 KT Poesponegoro, H Askhabul Kahfi mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Gresik untuk menghadiri acara tersebut.
“Selain meneladani pelajaran berharga dari Beliau, mari kita berdoa bersama kepada Allah SWT meminta keselamatan dan kelancaran untuk warga Gresik. Semoga acara pada hari Minggu 21 Agustus besok berjalan dengan lancar dan aman,” kata H Askhabul Kahfi, Sabtu (20/8/2022).

Sekretaris Panitia Haul KT Poesponegoro, Gilang Adiwidya, CHt, Cl menambahkan, tujuannya adalah untuk mengingatkan akan ketokohan KT Poesponegoro. Karena Beliau bukan saja seorang Umara tetapi juga Ulama Besar sesuai nama Beliau Kyai Tumenggung Poesponegoro.
“Untuk itu, monggo seluruh masyarakat Gresik sareng-sareng ngrawuhi (Hadir, Red) pada hari Minggu 21 Agustus besok. Tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Mohon doanya atas kelancaran Acara Haul Kyai Tumenggung Poesponegoro Bupati Pertama Gresik ke-303 Tahun,” tandas Gus Gilang sapaan akrabnya.

Untuk diketahui, pada komplek Makam Gapurosukolilo juga terdapat makam antara lain Tumenggung Ario Negoro, Kyai Tumenggung Djojodiredjo dan Kyai Tumenggung Soeronegoro dan kerabat lainnya. Makam ini sebenarnya disebut komplek makam Asmarataka, tetapi sekarang lebih lazim disebut komplek Makam Poesponegoro.
Pada komplek pemakaman ini terdapat tiga pintu masuk, yaitu Paduraksa I (Timur), Paduraksa II atau Tabir Timur dan Paduraksa Utama, tepat di depan cungkup makamnya dengan dua baris tulisan berhuruf arab di atas, dan dua baris tulisan dengan aksara Jawa di bawahnya. Lalu sebaris tulisan berhuruf latin berbunyi Makam Poesponegoro.

Sedangkan Bangunan cungkup makam berupa bangunan kuno berdinding tebal dengan lubang pintu masuk yang cukup rendah yang membuat orang harus membungkuk untuk masuk ke dalamnya. Jirat Kubur KT. Poesponegoro terbuat dari batu andesit, dengan nisan berukir terbuat dari batu putih dan terdapat inkripsi yang sudah mulai memudar termakan usia.
Saat ini, makam Beliau menjadi salah satu obyek wisata religi yang ramai dikunjungi wisatawan. Banyak pengunjung yang datang ke tempat ini untuk berdoa dan bermunajad. Hal itu juga disebabkan komplek makam tersebut berdekatan dengan komplek makam Sunan Maulana Malik Ibrahim. (Gus Gilang/Didik Hendri Telisik Hati)















