GRESIK, BN News – Menjelang peringatan 1 Suro tahun 2025, Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, mengimbau seluruh masyarakat, khususnya anggota perguruan silat di Kabupaten Gresik, untuk bersama-sama menciptakan perayaan yang aman dan tertib.
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan ketenteraman selama perayaan berlangsung. Ia mengingatkan agar warga dan para pesilat tidak melakukan konvoi maupun arak-arakan yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami berharap peringatan 1 Suro bisa berlangsung kondusif. Oleh sebab itu, kami melarang adanya konvoi atau arak-arakan. Pihak kepolisian akan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran maupun tindak pidana sesuai ketentuan hukum,” tegas AKBP Rovan Richard Mahenu.
Kapolres Gresik juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga suasana damai di lingkungan masing-masing. Dengan adanya imbauan ini, diharapkan perayaan 1 Suro tahun 2025 di Kabupaten Gresik berjalan lancar, aman, dan tertib demi kenyamanan bersama.
“Semoga peringatan 1 Suro kali ini membawa ketenteraman dan menjadi momentum mempererat persatuan seluruh warga Kabupaten Gresik,” pungkasnya.
Imbauan Kapolres ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib. Kyai yang dikenal santun dan bijak ini menegaskan, Bapak Kapolres selalu mengharapkan agar dalam Syura ini hindari konvoi tindakan buruk yang merugikan Islam.
“MUI merespon apa yang dicanangkan kapolres bahwa Muharram (Suro, Red) sebaiknya untuk muhasabah dan memperbaiki diri. Dalam tradisi Islam, khususnya pada bulan Muharram yang dianggap sebagai salah satu bulan mulia dianjurkan untuk menghindari pertengkaran dan konflik,” ungkap Kyai Rofiq sapaan akrabnya.
“Ini karena bulan Muharram adalah bulan yang disucikan, dan tindakan kekerasan serta permusuhan dianggap tidak sesuai dengan kesuciannya,” imbuhnya penuh bijak. (Telisik Hati)
















