Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Pasca banjir beberapa pekan lalu, Bupati Gresik menegaskan normalisasi Kali Lamong juga masih terus dilanjutkan. Kali Lamong yang melintasi Kecamatan Balongpanggang, Cerme Kedamean dan Menganti akan dikeruk lagi tahun ini. Anak sungai Kali Lamong juga diinventarisir pada titik yang rawan jebol.

“Penanganan jangka pendek dengan normalisasi. Kalau jangka panjang kita bikin kolam retensi. Ini upaya kita, meskipun ini bukan kewenangan kita, tapi kita akan berjuang demi masyarakat karena kita punya martabat,” tegasnya, Sabtu, (4/3/2023).
Sementara konsep kolam retensi adalah menampung volume air ketika debit mencapai maksimum sungai. Kemudian secara perlahan akan mengalir kembali ke sungai ketika debit di sungai sudah kembali normal.

Secara spesifik kolam retensi akan menyerap besarnya puncak banjir yang ada di sungai. Sehingga potensi overtopping yang mengakibatkan tanggul dan luapan sungai bisa tereduksi. Kolam retensi akan dibangun 5 hektare dengan kedalaman 4 meter. Sehingga nantinya mampu menampung 200 ribu m³ air.
Gus Yani ingin ada kolam retensi juga di Balongpanggang. Jadi, ketika air kiriman dari Mojokerto dan Lamongan bisa masuk ke kolam retensi di Balongpanggang. Hal ini membuat debit air Kali Lamong yang mengalir dari hulu ke hilir bisa berkurang.
Lalu, kolam retensi juga dibangun di Desa Cermenlerek yang merupakan dataran rendah. Sehingga air bisa tertampung di kolam retensi tidak sampai membuat tanggul anak Kali Lamong jebol lagi. Tak hanya itu, kolam retensi itu juga ada di Cerme.
“Dengan adanya pengerukan Kali Lamong dan tiga kolam retensi penampung air ini, setidaknya kita bisa mengendalikan banjir,” pungkas Gus Yani didampingi Kepala Dinas PUTR (Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) Pemkab Gresik Dhiannita Tri Astuti, ST.
Tak cukup sampai di situ, jalan juga menjadi salah satu fokus pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Tahun ini Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp 298 Miliar untuk pembangunan 49 ruas jalan. 17 ruas jalan akan dibetonisasi atau perkerasan jalan beton (rigid pavement). Sedangkan 32 ruas lainnya dilakukan pengaspalan.
Selain jalan, ada enam jembatan yang dibangun dan satu saluran yang akan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik. Proyek tersebut ditargetkan Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik agar tahun ini bisa rampung sehingga bisa segera dinikmati masyarakat Gresik.
Diketahui 49 ruas jalan itu akan ditingkatkan, dilakukan pelebaran, dan rekonstruksi. Salah satunya pembangunan jalan di TPST Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean.
Dari 49 ruas jalan, 17 jalan di antaranya akan mengalami peningkatan jalan dibeton seperti Desa Boboh – Benowo sepanjang 450 meter, lalu Driyorejo – Sumput sepanjang 600 meter. Kemudian jalan Balongpanggang – Mojopuro 500 meter, dan Kesambenkulon – Perning 500 meter. Sedangkan jalan yang akan diaspal sebanyak 32 ruas. Salah satunya pelebaran jalan Cerme – Metatu sepanjang 1000 meter.
“Peningkatan dan pelebaran jalan ini untuk mendukung aktivitas dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Contoh di jalan Sumput kita tinggikan agar tidak banjir,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Minggu (5/3/2023).
Terkait dengan jalan yang berlubang dan rusak, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) juga masih bekerja. Tim URC tengah fokus memperbaiki jalan berlubang dan pelebaran serta peningkatan jalan. Sementara Gus Yani, juga meminta inventarisir jalan lingkungan Desa.
Saat ini jalan poros desa yang telah diambil alih menjadi jalan Kabupaten terus digarap. Sedangkan jalan lingkungan yang menjadi kewenangan desa akan diberi Bantuan Keuangan (BK) agar perbaikan sama-sama berjalan.

“Jalan Kabupaten maupun jalan lingkungan akan diperbaiki serentak. Bahkan jalan-jalan poros desa yang ditingkatkan statusnya menjadi jalan Kabupaten telah dikerjakan sejak awal 2021,” tandasnya didampingi Kepala Dinas PUTR Dhiannita yang siap menjalankan perintah Bupati Gus Yani demi memberikan yang terbaik untuk masyarakat. (Didik Hendri Telisik Hati)
















