Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Bagi banyak orang, cacing dan ulat kerap dianggap sebagai hewan yang mengganggu dan tidak menghasilkan. Namun tidak bagi Pasutri (pasangan suami istri) Waliyur Rahman dan Tifatur Rohmani. Warga kampung Sunan Dalem, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini, justru tiap hari bergelut dengan ulat dan cacing.
Ya, pasutri yang telah dikaruniai tiga buah hati ini begitu gigih dan ulet menerjuni budidaya cacing dan ulat Jerman. Lewat sentuhan inovasinya dan berdasarkan hasil kajian keilmuan, ternyata cacing-cacing yang dibudidayakan tersebut berhasil diolah menjadi tiga produk.
Ketiga produk tersebut, yaitu:
1. Teh Cacing bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan pencernaan
2. Kopi Cacing untuk meningkatkan stamina
3. Kapsul Cacing untuk obat penyakit demam, types, panas, magh dan lambung
4. Pupuk Kascing (Kapsul Cacing) murni untuk berbagai jenis tanaman dan bisa digunakan untuk pupuk dasar tambak, dan memperbaiki struktur tanah yang rusak
“Asam amino dengan berbagai jenis digunakan untuk menambah nutrisi tanaman dan hewan ternak unggas dan ikan. Compostea ekstrak kascing digunakan untuk tanaman keras dan lunak ,tanaman agroponik, hidroponik, dll,” jelas Gus Rahman sapaan akrab Ketua Pengda ACI (Asosiasi Cacing Indonesia) Provinsi Jawa Timur, Jumat Berkah (18/8/2023).
Sedangkan Ulat Jerman, sambung Gus Rahman, sangat tepat untuk pakan burung. Intinya budidaya cacing dan ulat Jerman bermanfaat untuk keseluruhan aspek kehidupan dan berguna untuk seluruh makhluk, baik manusia, hewan dan tumbuhan.
Atas kesuksesan menggeluti budidaya cacing dan ulat Jerman ini, tim akademisi dari IPB (Institut Pertanian Bogor) dalam waktu dekat akan berkunjung ke Gresik. Kehadiran mereka jauh-jauh dari Bandung tidak hanya sekadar berkunjung, namun sekaligus menjalin kerja sama dan sinergitas.
“Alhamdulillah, IPB menawarkan kerja sama terkait pengadaan dan pengolahan pupuk. Kami juga akan melakukan Akselerasi menggandeng kampus IPB untuk ekspor produk turunannya hasil dari budidaya cacing dan ulat Jerman,” tandas Gus Rahman yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Kabupaten Gresik ini. (Didik Hendri Telisik Hati)
















