Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Kepala Dinas KBPPPA (Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak) Kabupaten Gresik, dr. Titik Ernawati, MH menegaskan bahwa Wakil Bupati (Wabup)Gresik dr. Asluchul Alif, berinisiatif membangun tempat penitipan anak (TPA) milik pemerintah daerah.
Inisiatif Wabup dr. Alif sapaan akrabnya ini setelah mendapat masukan dari Komunitas Gerakan Sayang Perempuan Ojek Online (GASPOL). Para pengemudi ojek perempuan kerap mengalami kendala saat bekerja karena harus membawa anak mereka.
“Wabup berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan masyarakat umum maupun pegawai pemerintah daerah secara gratis. Namun, saat ini belum tersedia sarana prasarana, kepengurusan, serta regulasi yang mengatur TPA tersebut,” jelas dr. Titik didampingi Ahmad Dharief Dahlawy, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Advokasi Dinas KBPPPA Gresik, Senin (24/3/2025).
“Kami sudah menindaklanjuti inisiatif ini dengan berkoordinasi dengan Sekda Gresik, Pak Achmad Washil Miftahul Rachman. Alhamdulillah, Pak Sekda menyambut baik dan membantu menghubungkan kami dengan PT Freeport Indonesia untuk memperoleh bantuan operasional dan pembangunan,” imbuhnya.
Sembari menunggu realisasi pembangunan TPA, lanjut Dharief, Dinas KBPPPA telah mendata 16 TPA yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Gresik. Rencananya, anak-anak pengemudi ojek perempuan yang tergabung dalam GASPOL ini akan dititipkan sementara di antara 16 TPA tersebut. Biaya operasional diupayakan dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Freeport Indonesia.
“Kami sudah mengantongi data, mulai dari nama, alamat, hingga jumlah anak di setiap TPA. Saat ini, kami berupaya agar CSR Freeport bisa membantu minimal pada biaya operasional mereka. Dengan begitu, ibu-ibu pengemudi ojek bisa bekerja tanpa khawatir,” tandas Kadis KBPPPA Gresik.
Rencana pembangunan TPA milik Pemda ini menjadi bagian dari Program Kerja 100 Hari Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Jika terealisasi, fasilitas ini akan menjadi solusi bagi pekerja perempuan yang selama ini kesulitan mendapatkan tempat penitipan anak yang terjangkau dan berkualitas.
“Intinya dr. Alif meminta Tempat Penitipan Anak ini bisa terealisasi dalam Program Kerja 100 Hari Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Program ini kami namakan Tamasya Taman Sayang Anak) untuk penitipan anaknya. Selain itu, kami juga memiliki Program Gerakan Ayah Teladan, sehingga anak-anak semakin terlindungi dan mendapatkan kasih sayang maksimal dari orang tuanya,” pungkas Dokter Cantik berkaca mata ini. (Didik Hendri Telisik Hati)
















