Penulis📚✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Balai Diklat Keagamaan tahun 2023 menggelar Pelatihan Keluarga Sakinah di Wilayah Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kemenag Gresik Dr. H. Moh. Ersat, M.HI sekaligus sebagai pemateri tentang Pembangunan Bidang Agama dalam Pelatihan Keluarga Sakinah ini, Selasa (5/12/2023). Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari beberapa unsur, mulai dari Penyuluh Agama Islam non ASN, Takmir Masjid, Kepala Madrasah, dan Ormas sebanyak 25 orang.
Dalam orientasi yang penuh semangat ini, para peserta pelatihan mengikuti serangkaian kegiatan untuk mempersiapkan diri mereka dalam menjalani tugas-tugas penting di lingkungan Kemenag, khususnya terkait pembinaan keluarga sakinah. Kepala Kemenag Gresik, H. Moh. Ersat, dalam kegiatan ini berkesempatan untuk memberikan materi tentang pembangunan bidang agama.
Dalam materi ini, Kepala Kemenag membahas pentingnya pembangunan bidang agama dan peran kunci yang dimainkan oleh para peserta pelatihan keluarga sakinah dalam mewujudkannya. Materi tersebut memberikan wawasan yang mendalam dan visi yang jelas tentang bagaimana agama dan pendidikan agama memegang peranan penting dalam pembangunan masyarakat, khususnya terkait keluarga sakinah. Beliau menginginkan dengan adanya pelatihan ini dapat mengurangi angka perkawinan di bawah umur dan perceraian yang ada di Kabupaten Gresik.
“Kita sangat prihatin dengan kondisi yang ada. Kita juga dapat menjadi agen dari Kementerian Agama untuk dapat mengurangi angka perceraian Kabupaten Gresik yang mencapai 3147 kasus, dan meminimalisir adanya pernikahan di bawah umur,” tandas H. Moh. Ersat.
Ersat juga meminta kepada seluruh peserta pelatihan untuk menjalankan visi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, yakni terwujudnya masyarakat yang taat beragama, rukun, cerdas, sejahtera lahir batin menuju Gresik lebih baik.
Kepala Kemenag menyampaikan pesan kepada seluruh peserta bahwa pada zaman saat ini, masjid-masjid yang ada lebih sepi daripada mall/pasar. Oleh karenanya, tugas-tugas orang Kementerian Agama untuk ikut mengajak dan meramaikan masjid-masjid yang ada saat ini untuk menegakkan fungsi pembangunan di bidang agama untuk dapat meningkatkan indeks kesalehan sosial.
“Perlu kita ketahui saat ini masjid-masjid lebih sepi daripada mall dan pasar. Orang-orang Kementerian Agama harus menjadi teladan/pelopor agar masjid-masjid yang ada di Kabupaten Gresik bisa diramaikan. Jangan sampai orang Kementerian Agama tidak pernah untuk solat berjamaah di masjid,” ungkapnya.
Kepala Kemenag Gresik, H. Moh. Ersat juga menegaskan terkait pentingnya menjaga kondusivitas yang ada di Kabupaten Gresik menjelang tahun politik Pemilu 2024.
“Secara kondisi, Gresik ini sangat rukun. Saya harap orang-orang Kementerian Agama untuk terus menjaga kondusivitas Kabupaten Gresik, apalagi saat ini menjelang kondisi Lemilu,” tegas H. Moh. Ersat.
Kerukunan umat beragama yang ada di Kabupaten Gresik ini juga sudah sangat baik. Ersat menekankan pentingnya memperkuat moderasi beragama sebagai landasan kehidupan beragama yang damai dan toleran. Di Gresik ini insyaallah sudah sangat rukun. Masjid, Gereja, dan Kelenteng terdapat pada 1 tempat, yakni di alun-alun Gresik, menandakan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gresik sangat kuat.
Semoga pelatihan ini dapat memberikan wawasan baru dan memperkuat peran aktif peserta dalam membangun masyarakat yang religius dan berbudaya. Diharapkan peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, membawa dampak positif bagi keluarga, masyarakat, bahkan dapat mengurangi angka perkawinan di bawah umur dan perceraian yang ada di Gresik ini, serta semakin banyak keluarga yang dapat merasakan keberkahan dan kebahagiaan dalam bingkai keluarga sakinah. (Didik Hendri Telisik Hati)
















