GRESIK, BN News – Ungkapan ataupun curhatan dari hati yang paling dalam memang harus dilakukan. Hal ini juga bagian dari sebuah keinginan yang nanti bisa diwujudkan ketika menjadi sebuah gerakan berjamaah.
Realita di lapangan adalah berkaitan dengan soal bantuan dari pemerintah dalam hal ini Kemendikdasmen dan Kemenag. Misalnya beberapa bantuan sarana pendidikan lembaga di bawah naungan Diknas lebih besar dari pada lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag. Termasuk dalam hal bantuan maupun fasilitas lainnya.
Hal ini diungkapkan dengan bahasa cinta mendalam serta disampaikan sebagai bentuk keprihatinan perbedaan yang signifikn oleh Bapak Mulyono Malik, M.Pd, seorang Pengawas Madrasah Aliyah (MA) dan Pengajar di Kemenag Kabupaten Gresik Jawa Timur, Rabu (26/11/2025). (Syafik Hoo)
Adapun isi surat Terbuka sebagai berikut :
Assalamualaikum Wr.Wb
Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sangat kami cintai, Kami di Madrasah adalah bagian dari perjuangan besar bangsa ini. Anak anak kami belajar dengan semangat yang sama, cita cita yang sama, dan cinta Tanah air yang sama pula seperti saudara mereka di sekolah umum. Namun ketika hanya sekolah yang mendapatkan bantuan TV Smartboard untuk proses pembelajaran, Madrasah Kami hanya bisa melihat seakan kami ini bukan dari bagian anak bangsa ini.
Padahal kami pun mendidik generasi bangsa, bukan hanya cerdas, juga cinta Tanah air (Hubbul Wathon Minnal Iman) dan membentuk karakter anak anak untuk ber Akhlaqul Karimah untuk kejayaan Bangsa Indonesia yang kita cintai. Kami memohon keadilan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Berikanlah kesempatan yang sama bagi Madrasah. Agar anak anak kami tak merasa berbeda di Negeri yang mereka cintai.
Keadilan Bapak Presiden adalah harapan besar bagi kami. Terima kasih semoga Bapak Presiden tetap sehat Walafiat terus penuh Rahmat dan Kebahagiaan dalam naungan Ridlo Allah SWT Amiin.
Wassalam
Mulyono Malik, M.Pd
















