Penulis📚✍️ Sugito/Telisik Hati
BN News.com – Pendidikan abad 21 merupakan pendidikan yang mengintegrasikan antara kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta penguasaan terhadap teknologi informasi komunikasi (TIK). Kecakapan tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai model pembelajaran berbasis aktivitas yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan materi pembelajaran.
Kecakapan yang dibutuhkan di abad 21 adalah keterampilan berpikir lebih tinggi (Higher Order Thingking Skills (HOTS) yang sangat diperlukan untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan global. Kecakapan abad 21 yang harus dimiliki dan dikuasai peserta didik di madrasah diantaranya kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah, kecakapan berkomunikasi, kreatifitas inovasi, kolaborasi. Dalam memenuhi kecakapan abad 21 peserta didik melalui pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi didorong memperkuat mutu lulusan agar berdaya saing dan mempunyai kecakapan abad ke-21, inovatif-kreatif, mampu bekerja dalam tren digital dan tren pekerjaan masa depan.
Pendidikan dan pelatihan vokasi merupakan model pendidikan yang menitik beratkan pada keterampilan individu, kecakapan, pengertian, perilaku, sikap, kebiasaan kerja, dan apresiasi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia usaha/industri yang bermitra dengan masyarakat usaha dan industri dalam kontrak dengan lembaga-lembaga asosiasi profesi serta berbasis produktif (Sudira, 2012 ).
Pendidikan vokasi merupakan salah satu strategi penting dari dunia pendidikan di Indonesia. Hal ini karena sebagai bangsa yang masih banyak menjalani pergantian nafkah masyarakat dari agrikultur ke dunia industri, kita membutuhkan banyak tenaga yang terampil dan siap mengarungi dunia kerja. Pendidikan vokasi yang tertarget pada keterampilan, kecakapan, dan sikap dunia usaha menjadi penopangnya. Dunia usaha dan industri juga dari dulu sudah selalu menginginkan menyerap lebih banyak individu-individu yang tidak hanya memiliki kualitas akademik yang baik. Bahkan, di dunia industri, kecakapan, keterampilan, serta pemahaman langsung terhadap apa yang sedang terjadi di bidang yang sedang mereka geluti dalam usahanya, menjadi indikator pekerja yang lebih didambakan.
Pendidikan vokasi atau kejuruan masih menjadi strategi yang terus dikembangkan dan dijalankan dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan tersebut. Di luar memenuhi kebutuhan Industri, masyarakat juga mulai lebih menginginkan pendidikan yang dapat menghantarkan mereka langsung ke dunia kerja yang sebenarnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa situasi ini adalah win-win Solutions baik dari sisi perusahaan maupun masyarakat pada umumnya. Berikut adalah berbagai uraian yang akan membahas mengenai pendidikan vokasi dan kejuruan secara menyeluruh.
Pendidikan vokasi merupakan jenjang pendidikan yang selalu dinamis dalam melakukan perubahan kurikulum pendidikan sesuai dengan pertumbuhan pasar kerja dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini berarti pendidikan vokasi akan selalu mengalami pergeseran paradigma.Salah satu contoh paling konkret adalah dalam program studi rekayasa perangkat lunak atau teknik informatika. Bahasa pemrograman merupakan hal yang berkembang dan berubah dengan cepat, sehingga untuk mengikutinya, pendidikan vokasi harus terus melakukan riset dan observasi langsung terhadap industri pengembangan perangkat lunak untuk memastikan kebutuhan jenis bahasa pemrograman yang kini sedang banyak digunakan.
Tujuan Pendidikan Vokasi diberikan di madrasah diantaranya: (1) Mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih dan atau meluaskan pendidikan dasar; (2) Meningkatkan kemampuan peserta didik sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan dengan lingkungan sosial, budaya, dan sekitar; (3) Meningkatkan kemampuan peserta didik untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu, teknologi, dan kesenian; (4) Menyiapkan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap profesional.
Madrasah merupakan lembaga yang dipandang layak dan ideal sebagai tempat pendidikan dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) karena mempunyai nilai lebih, yakni mendidik ilmu- ilmu umum. Kelebihan lainnya, dari sikap dan perilaku (attitude) alumninya, baik yang sudah terjun di masyarakat maupun di dunia kerja.untuk mewujudkan peserta didik madrasah tidak hanya sekedar bermadrasah, tapi juga belajar dan nilai-nilai belajar itulah yang dibawa ke rumah dan halitu sudah dilakukan oleh madrasah.
Lulusan madrasah diharapkan mampu berkreasi, aktif, dan inovatif dalam ranah ilmu Pengetahuan dan teknologi. Salah satu hal yang harus dilakukan madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam rangka memenuhi kebutuhan modernisasi adalah menghapus kesenjangan ilmu pengetahuan umum – ilmu pengetahuan agama, serta antara kompetensi pengetahuan dengan kompetensi keterampilan dan sikap secara seimbang. Kurikulum suatu madrasah seharusnya disesuaikan untuk mengakomodasi kemajuan ilmu pengetahuan dan sains modern dengan tetap mempertahankan identitasnya sebagai lembaga pendidikan Islam.
Sementara itu, kondisi dalam masyarakat saat ini menunjukkan tidak semua lulusan madrasah aliyah bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena tidak lulus tes perguruan tinggi, atau karena keterbatasan biaya, mahalnya biaya pendidikan serta keterbatasan daya tampung perguruan tinggi menjadi kendala bagi lulusan pendidikan menengah untuk mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Selain itu, pada era sekarang ini, peserta didik juga perlu dibekali dengan keterampilan di tengah kehidupan yang makin dinamis sekarang ini.
Model-model yang dapat digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi di madrasah diantaranya: Pertama, Model pendidikan di dunia kerja (company model) adalah pendidikan tenaga kerja yang dilakukan secara penuh di perusahaan atau magang kerja. Magang merupakan suatu proses penerapan keilmuan atau kompetensi yang didapat selama masa pendidikan ke dunia kerja, untuk menumbuhkan profesionalitas dunia kerja.
Menambah pengetahuan dan wawasan terkait dengan keterampilan dan dunia kerja Saat magang kita dapat meningkatkan kualitas dan keterampilan diri. Hal tersebut didapatkan dari setiap tugas dan pekerjaan yang kita selesaikan saat magang. Saat kita magang, akan diberikan beberapa tugas sesuai dengan divisi dan posisi oleh dunia usaha dunia industri. Tugas tersebut tentunya membutuhkan keterampilan praktis dan khusus dalam pengerjaannya. Kita wajib memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dari banyak tugas yang diberikan untuk menambah keahlian baru, atau mengasah skill. Hasilnya, nantinya skill tersebut bisa langsung diterapkan saat memasuki dunia kerja. Mempersiapkan peserta didik agar lebih siap dalam terjun ke dunia pekerjaan. Selain itu, tujuan dari magang adalah untuk menyiapkan kebutuhan zaman akan tenaga kerja profesional di berbagai bidang yang saat ini tengah berkembang dan dibutuhkan.
Mempersiapkan tenaga kerja yang berkualitas dari pengalaman magang kerja di dunia usaha usaha industry. Banyak wawasan yang akan didapatkan bagi yang mungkin akan melakukan magang madrasah atau kuliah. Kita akan terbiasa dengan sistem pembagian tugas pada tiap-tiap divisi di sebuah perusahaan dan dilibatkan dalam sebuah proyek. Menambah relasi. Relasi mempunyai peran penting dalam dunia kerja. Ketika kita mengikuti program magang, niscaya akan bertemu orang-orang baru dari latar belakang yang beragam. Pada titik ini kita bisa mempererat hubungan dengan mereka secara profesional. Selain hubungan personal, program magang juga akan memperluas relasi kampus atau madrasah dengan perusahaan.
Kedua, Program muatan lokal berbasis teknologi dan keterampilan. Madrasah menyusun program melalui kurikulum madrasah khususnya muatan lokal berbasis teknologi dan keterampilan. Muatan local disesuaikan dengan ciri khas lingkungan sekitarnya serta berbagai hal dianggap perlu dipelajari oleh daerah yang bersangkutan. Setiap daerah muatan lokal berbasis teknologi tidak sama disesuaikan dengan daerahnya. Tujuan menyusun program muatan lokal berbasis teknologi dan keterampilan adalah memberikan bekal kemampuan dan keterampilan, serta pengetahuan mengenai daerah tempat tinggalnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya.Muatan lokal berbasis teknologi yang dapat dikembanagkan di madrasah diantaranya teknologi komputer dan jaringan, robotic, perbengkelan, kayu/meubelair, agrobisnis, desain grafika dan multi media.
Ketiga, Ekstrakurikuler berbasis teknologi dan keterampilan.Madrasah membuat program Ekstrakurikuler sesuai bakat dan minat peserta didik terkait keterampilan. Melalui ekstrakurikuler keterampilan peserta didik diharapkan dapat mempunyai wawasan enterpreneurship dan kompetensi vokasional yang dibutuhkan dalam rangka mengembangkan ketahanan hidup di masa mendatang yang jauh lebih kompleks dan kompetitif. Madrasah mampu membaca peluang kebutuhan dunia usaha dunia industri di sekitar madrasah. Ekstrakurikuler yang dapat dikembangkan di madrasah diantaranya otomotif, las listrik, elektonika bagi peserta didik putra. Ekstrakurikuler berbasis keterampilan yang dikembangkan untuk putri diantaranya tata rias, tata boga, tata busana, fotografi dan desain grafis.
Keempat, Model school based enterprise atau dikenal dengan Unit Produksi (UP). Model ini pada dasarnya adalah mengembangkan dunia usaha di lingkungan madrasah dengan maksud memberikan pengalaman kerja nyata di madrasah sekaligus menambah penghasilan madrasah. Melalui kegiatan unit produksi dan jasa di madrasah, peserta didik berada dalam situasi belajar yang mendekati kondisi sesungguhnya dengan dunia usaha atau industri, sehingga dapat membangkitkan rasa percaya diri, menumbuhkan budaya mutu, memupuk kreativitas dan inovasi, memiliki etos kerja (kerja keras), serta menumbuhkan sifat-sifat kewirausahaan. Peserta didik berlatih memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Kelima, Mengadakan kunjungan di dunia usaha dunia industri. Dengan kunjungan DUDI diharapakan peserta didik mendapatkan ilmu dan informasi baru seputar dunia usaha dunia industry, menumbuhkan semangat untuk optimasi skills, belajar attitude, disiplin, dan budaya kerja, memahami cara kerja alat- alat industri dan melihat dan merasakan secara langsung aktivitas duniaa usaha dunia industri.
Keenam, mendatangkan guru tamu di madrasah. Guru tamu merupakan seseorang yang diundang ke dalam kelas sebagai narasumber atau pengajar untuk memberikan wawasan tambahan kepada siswa. Mereka datang dengan keahlian dan pengetahuan yang unik, membawa nuansa baru dalam proses pembelajaran. Guru tamu sangatlah penting dalam menyegarkan pembelajaran. Mereka tidak hanya memberikan informasi baru, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung dari dunia nyata. Ini membantu siswa untuk lebih memahami bagaimana konsep-konsep yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Tujuan mendatangkan guru tamu diantaranya Memberikan motivasi dan inspirasi kepada peserta didik,Memberikan informasi peluang bekerja di Dunia Kerja Dunia Industri, Membekali peserta didik dengan ilmu dan pengetahuan dari Dunia Usaha/Dunia Industri, dan Meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.
Ketujuh, Kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Sebagai bentuk pengembangan dari program Madrasah Ketrampilan, Madrasah perlu mengadakan MOU/ kerjasama dengan Balai Latihan Kerja. Tujuan dari kegiatan kerjasama antara madrasah dengan balai latihan kerja untuk menambah skill/ketrampilan peserta didik. Madrasah harus mempertimbangkan program keterampilan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan dunia usaha dunia industry daerah sekitarnya. Karena jurusan keterampilan harus mencari kerjasama dengan perusahaan untuk mengembangkan sayapnya.
Madrasah harus mempunyai program mengembangkan madrasah yang bekerjasma dengan instansi lain diantaranya kerjasama dengan balai latihan kerja (BLK), mengadakan uji kompetensi keahlian peserta didik oleh BLK. Pilihan keterampilan wajib bagi seluruh siswa yaitu mewajibkan kepada seluruh peserta didik untuk mengambil program keterampilan, pilihan dilakukan ketika awal masuk bersamaan dengan memilih jurusan studi, dan kelas dibentuk dengan sistem moving kelas. Membangun citra madrasah keterampilan: mengadakan gelar karya keterampilan. Rekrutmen dan peningkatan SDM keterampilan: mengikuti MGMP keterampilan, sertifikasi keahlian pengajar keterampilan. Pemenuhan sarana prasarana program keterampilan di madrasah.
Kedelapan, Pendidikan di madrasah (school based). Pendidikan di madrasah adalah pendidikan kejuruan yang dilakukan di madrasah. Seluruh sistem pelaksanaan, fasilitas, anggaran, dan pengelolaan merupakan tanggung jawab madrasah. Madrasah diharapkan mengalokasikan anggaran untuk mendukung program vokasi di madrasah terkait SDM, sarana dan prasarana. Model ini menempatkan industri hanya sebagai model saja.
Kesembilan, Program terapan bidang TIK. Madrasah bekersama dengan perguruan tinggi atau lembaga tertentu untuk memberikan bekal pendidikan vokasi kepada peserta didik. Program Terapan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan program yang diberikan kepada siswa MA/SMA atau sederajat untuk memberikan bekal keahlian bidang TIK sejak dini dengan model Sistem Kredit Semester (SKS). Salah satunya yang dilakukan oleh Intitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Program yang diberi nama Prodistik atau Program Pendidikan Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang diselenggarakan oleh Intitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerjasama dengan SMA dan MA di Provinsi Jawa Timur.
Program Prodistik adalah mengarahkan siswa untuk memiliki dan mengembangkan keterampilan bidang TIK pada bidang tertentu sehingga dapat menjadi bekal untuk melanjutkan studi lanjut atau bagi yang tidak melanjutkan studi lanjut dapat menciptakan peluang kerja.Tujuan program prodistik diantaranya: (1) Melaksanakan pelatihan keterampilan terapan bidang TIK kepada siswa madrasah aliyah; (2) Menggali dan mengembangkan potensi yang terpendam dalam diri masing-masing peserta didik, sehingga memperoleh keahlian terapan bidang TIK; (3) Memotivasi dan menfasilitasi peserta didik untuk menjadi insan cerdas, kreatif, inovatif dan kompetitif serta percaya diri untuk menuju sukses; (4) Memberikan pelatihan TIK yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan dunia industri sehingga memacu kemandirian; (5) Memberikan sertifikat keahlian bidang TIK sesuai kompetensi yang ditekuni.
Kesepuluh, Bazar Madrasah. Bazar madrasah merupakan pameran hasil karya peserta didik madrasah. Bazar madrasah juga menjual produk-produk baru yang mampu bermafaat pada sesama baik berupa makanan, minuman, pakaian, kerajinan, bazar buku dan lain sebagainya. Bazar madrasah bertujuan untuk meningkatkan jiwa berwirausaha yang tinggi sehingga dapat diaplikasikan dikehidupan sehari-hari ataupun dikemudian hari dapat bermanfaat bagi semua yang telah menjalankannya. Adanya kegiatan bazar madrasah agar peserta didik bisa memahami tentang berwirausaha dengan kerja kerasnya sendiri. Dalam dunia pendidikan, peseta didik juga selain meraih ilmu pengetahuan dari guru maka perlu juga ada keterampilan yang dapat menunjang kehidupannya kedepan.
Pendidikan vokasi di madrasah banyak memberikan manfaat kepada peserta didik diantaranya: mempersiapkan siswa untuk menjadi tenaga kerja yang memiliki keahlian dan keterampilan khusus di bidang tertentu; memberikan siswa keahlian praktis yang dapat diterapkan langsung di dunia kerja;memperoleh wawasan yang luas tentang industri yang ingin mereka tekuni; pilihan yang tepat dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja yang berkualitas. Pendidikan vokasi dapat membuka pintu kesuksesan di berbagai bidang karir dan memberikan keahlian praktis yang dibutuhkan oleh industri.
Dengan adanya program pendidikan vokasi di madrasah, Ciri khas madrasah harus tetap dipertahankan diantaranya mata pelajaran-mata pelajaran keagamaan, suasana keagamaannya, yang berupa suasana kehidupan madrasah yang agamis, adanya sarana ibadah, penggunaan metode pendekatan yang agamis dalam penyajian bahan pelajaran bagi setiap mata pelajaran yang memungkinkan; dan kualifikasi guru yang harus beragama Islam dan berakhlak mulia, disamping memenuhi kualifikasi sebagai tenaga pengajar berdasar ketentuan yang berlaku. Peserta didik harus menjujung tinggi adab kepada guru, orang tua dan siapapun. Pendidikan di madrasah merupakan pendidikan terlengkap yaitu mendapatkan ilmu pengetahuan agama, ilmu pengrtahuan umum dan ketetampilan.
Pendidikan vokasi di madrasah merupakan langkah positif untuk membangun generasi muda yang unggul secara keterampilan dan karakter. Pendidikan yang holistik ini menciptakan individu yang tidak hanya berhasil dalam karir mereka tetapi juga berkontribusi positif dalam masyarakat. Dengan demikian, model pendidikan ini menjadi landasan yang kuat untuk mencetak generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing. Madrasah menjadi bukti bahwa integrasi vokasi dan ilmu agama dapat menjadi solusi inovatif untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan beretika.
Kolaborasi antara satuan pendidikan vokasi dan industri maupun berbagai stakeholder lainnya tidak hanya berdampak pada penguatan lembaga pendidikan vokasi, tetapi juga aksesibilitas dan inklusivitas pendidikan vokasi. Dengan demikian seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang dapat mengembangkan bakat dan potensi sesuai dengan minatnya.
Melalui pendidikan vokasi di madrasah, peserta didik diharapkan dapat mempunyai wawasan interpreneurship dan kompetensi vokasional yang dibutuhkan dalam rangka mengembangkan ketahanan hidup di masa mendatang yang jauh lebih kompleks dan kompetitif. (*)
*Sugito, S.Pd, penulis adalah Guru MA Raden Paku Wringinanom Gresik
















