MALANG, BN News – Program Silaturrahim ke Tokoh Kiyai dan Akademisi merupakan salah satu program agenda yang rutin dilaksanakan oleh Dewan Guru MI Alkarimi Tebuwung Dukun Gresik sesudah Ujian Akhir Semester Ganjil. Hal ini bertujuan untuk meminta motivasi, pencerahan berkaitan dengan Menejemen Pengelolaan pendidikan dan keberkahan doanya.
Kali ini Gelaran Silaturrahim ke Dr KH Marzuki Mustamar Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang Dan Guru Besar UNISMA Prof Dr H. Maskuri Bakri yang juga Ketua Presnas Ikapete Tebuireng, Minggu (21/12/2025).
Rombongan Guru MI Alkarimi langsung diterima oleh KH Marzuki beserta Bunyai Saidah dengan penuh kekeluargaan. Yai Marzuki begitu sapaan akrabnya memotivasi guru MI Alkarimi dengan tetap semangat pengabdian serta khidmah tiada henti beliau juga memberikan tips agar selalu mengistiqomahkan membaca Sholawat dengan tujuan segala yang menjadi Hajat kita diijabah oleh Allah.
Dan Yai Marzuki mengakhiri Silaturrahmi bersama Guru MI Alkarimi dengan Doa berkah, selanjutnya diberi suguhan kopi, soto serta foto bersama di kompleks Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang.
Usai dari Silaturrahim ke Yai Marzuki Mustamar, Rombongan Guru MI Alkarimi menuju ke rumah Prof Maskuri di Perum Villa Bukit Tidar Mejosari Genting Malang. Rombongan sudah ditunggu di rumah Prof Maskuri. Dalam pertemuan tersebut Prof Maskuri banyak memberikan pengalamannya dalam strategi mengelolah dunia pendidikan dan penelitian termasuk membawa UNISMA menjadi Kampus NU yang sukses dan go Internasional.
Menurutnya, dalam mengabdi di dunia pendidikan ada prinsip yang harus pegang kuat kuat yakni : Rukun jangan sampai pengelolah pendidikan sampai ada yang tidak “Wawuh” dan gak enakan hati dengan yang lain serta tips yang lain adalah Ikhlas totalitas jangan sampai berkata” Kira kira saya dapat Apa” maka orang tersebut belum punya Hati Ikhlas.
Prof Maskuri juga menyebut bahwa pengalaman atau Rihlah seseorang itu juga penting untuk strategis dengan platform data kreatif dan inovatif bagi pengelolah pendidikan. “Dan tak kalah pentingnya adalah harmonisasi,” tutup Prof Maskuri.
Dirumah Prof Maskuri rombongan disuguhi aneka menu makanan dan minuman diantaranya: minum degan kelapa muda (Kopyor) dan makan soto daging. Pertemuan ini memberi kesan yang mendalam atas pemikiran Prof Maskuri dengan gebrakan dan inovasinya yang luar biasa.
Usai diskusi panjang sangat gayeng, kegiatan diakhiri dengan doa dari Prof Maskuri serta memberikan buku inovasi dan menginspirasi dunia pendidikan kepada Kamad MI Alkarimi Tebuwung Moh Syafi’, S.Ag dan juga kegiatan ini diakhiri dengan Ziarah Ke Makam Syech Maulana Malik Ibrahim di Gresik. (Syafik Hoo)
















