Penulis📚 Syafik Hoo/Telisik Hati
BN News.com – Alhamdulillah, hari ini tanggal 22 Oktober 2023 Peringatan Hari Santri Nasional. Semoga senantiasa angsal Berkah Barokah tetap Semangat dan sehat Semua. Panjang umur yang Bermanfaat … Aamiin YRA 🙏🙏🙏🙏
Demikian ungkapan syukur sosok DR. KH. Ahmad Thoyyib Mas’udi, MA Rois Syuriah MWC NU Dukun saat menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2023.
Bertempat di Halaman Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Dukun Jalan Raya Mojopetung Dukun, kegiatan tersebut melibatkan kader NU, baik banom dan lembaga NU Kecamatan Dukun semangat untuk mengikuti HSN 2023. Apalagi saat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hubbul Wathan Minnal Iman serta pembacaan Resolusi Jihad menambah semangat bagi peserta upacara.
Tampak ratusan peserta upacara sampai meluber ke jalan raya dengan memakai baju seragam kebesaran masing l-masing penuh khidmah dan khusuk mengikuti jalannya upacara sampai selesai. Hal ini menandakan betapa penting arti kebersamaan kekompakan antar banom dan lembaga NU untuk selalu menunjukkan eksistensinya dalam mengabdi kepada NU.
DR KH Ahmad Thoyyib Mas’udi, MA Rois Syuriah MWC NU sekaligus Pembina Upacara mengatakan, Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan peringatan HSN dengan penuh semangat kebersamaan untuk mengenang perjuangan para Kiai dan santri untuk mempertahankan kemerdekaan RI.
“Semangat ini harus kita lanjutkan dengan khidmah di NU membesarkan organisasi NU,” kata Yai Thoyyib yang juga menjabat sebagai Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Gresik.
Yai Thoyyib berharap, MWC NU Dukun bertambah maju dan mandiri, serta selalu kita galang kebersamaan, yang paling prinsip semua orang NU itu baik, kalau ada salah satu itu wajar dan manusiawi, dan siap dikoreksi.
“Untuk itu kita perlu muhasabah sebagai perbaikan diri dalam setiap pergaulan muasyarah kepada sesama di lingkup NU dan masyarakat secara luas. Dan melalui peringatan HSN ini semoga kita selalu sehat wal afiat, umur panjang berkah dan barokah, sehingga kita tetap semangat khidmah kepada NU dan NKRI harga mati,” tutup Yai Thoyyib. (Syafik Hoo/Telisik Hati)
















