BN News – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Workshop Penyusunan Laporan Keuangan secara daring baru-baru ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tertib administrasi serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan organisasi.
Workshop menghadirkan narasumber dari praktisi keuangan perbankan dan diikuti oleh para bendahara serta pengurus DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DWP Kanwil Kemenag Jatim Kholilati Bahtiar, jajaran pengurus DWP Kanwil Kemenag Jatim, serta Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kanwil Kemenag Jatim Kholilati Bahtiar menegaskan bahwa laporan keuangan memiliki peran strategis dalam keberlangsungan organisasi. Ia menyampaikan bahwa apabila e-Reporting merupakan “wajah” organisasi, maka laporan keuangan adalah “nadi” atau “jantung” organisasi.
“Sebagus apa pun kegiatan yang kita laksanakan, tanpa didukung laporan keuangan yang akuntabel, organisasi akan rentan terhadap berbagai permasalahan. Laporan keuangan bukan sekadar angka, tetapi bentuk pertanggungjawaban kita kepada anggota dan organisasi,” tegasnya.
Kholilati menekankan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan DWP. Setiap pengeluaran, menurutnya, harus memiliki dasar yang jelas dan didukung dengan bukti yang sah.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya sinergi antara Ketua, Bendahara, dan Bidang Ekonomi dalam menjalankan roda organisasi. Bidang Ekonomi diharapkan mampu menjadi motor penggerak penggalian dana organisasi secara kreatif dan mandiri, sementara Bendahara bertanggung jawab memastikan seluruh dana dikelola dan dicatat secara tertib.
“Tanpa penggalian dana yang mandiri, program kerja akan sulit terealisasi. Namun setiap dana yang diperoleh harus dikelola dengan baik dan profesional. Inilah sinergi yang ingin kita bangun bersama,” ujarnya.
Workshop ini mengusung tema “Tertib Administrasi, Organisasi Mandiri”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kemandirian organisasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang dimiliki, tetapi oleh ketertiban dan profesionalisme dalam pengelolaannya. Ia juga menegaskan bahwa setiap penyusunan program kerja wajib disertai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang jelas dan terukur.
Kholilati mengingatkan agar tidak ada program kerja yang disusun tanpa perencanaan anggaran yang matang. Ia mendorong pengurus DWP di daerah untuk menyelaraskan program kerja tahun 2026 dengan estimasi anggaran yang realistis serta memperkuat koordinasi antara Ketua dan Bendahara sejak tahap perencanaan.
Ia berharap seluruh peserta dapat menyerap materi yang disampaikan oleh Ny. Naharur Rahmawati Sangidun secara optimal serta aktif menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di daerah, sehingga terwujud keseragaman pelaporan keuangan DWP se-Jawa Timur.
Sementara itu, dalam laporan ketua panitia, Enis Arwani menyampaikan bahwa workshop ini diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kapasitas pengurus DWP dalam pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan organisasi.
Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pengurus DWP dalam menyusun laporan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel, menyeragamkan sistematika serta mekanisme pelaporan keuangan sesuai ketentuan organisasi, serta mendorong terwujudnya tata kelola organisasi DWP yang profesional dan berintegritas. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















