BN News – Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (DWP Kanwil Kemenag Jatim) mengadakan kegiatan Pleno Pengurus, Halal Bihalal dan Seminar, pada Kamis (10/4/2025) di Aula Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU).
Ketua DWP Kanwil Kemenag Jatim, Kholilati Bahtiar, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya momentum ini sebagai ajang memperkuat silahturahmi, saling memaafkan, serta membuka lembaran baru dengan hati yang bersih dan penuh kesadaran. Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental sebagai bagian dari kualitas hidup.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus dan anggota yang telah hadir dan berpartisipasi dalam acara ini. Semoga kita semua dapat menjadikan hari ini sebagai awal yang baik untuk membangun hubungan yang lebih harmonis dan saling menghormati. Mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan dan kelalaian. Semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk”, disampaikan Kholilati.
Ia juga berharap melalui seminar ini, dapat membuka wawasan mengenai berbagai aspek kesehatan mental, mengenal tanda-tanda gangguan mental, serta bagaimana cara menjaga, merawat bahkan menyembuhkan kesehatan mental.
“Seiring dengan perkembangan zaman, kita menyadari bahwa kesehatan mental menjadi salah satu aspek yang tak kalah penting dalam kehidupan kita. Sama halnya dengan kesehatan fisik, kesehatan mental juga mempengaruhi kualitas hidup, produktivitas, serta hubungan sosial kita. Namun, seringkali kita kurang memberi perhatian serius pada hal ini, bahkan seringkali terabaikan”, tuturnya.
Kholilati mengingatkan bahwa menjaga kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama. Dukungan sosial, pemahaman yang baik, serta komunikasi yang terbuka sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi setiap individu dalam menjaga kesejahteraan mental mereka.
“Semoga informasi yang didapatkan dari seminar ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat secara luas. Kiranya seminar ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian kita terhadap pentingnya kesehatan mental, serta mengurangi stigma yang seringkali melekat pada masalah kesehatan mental”, ujar Kholilati.
Seminar bertajuk “Mengerti yang Menyembuhkan” menghadirkan psikolog Siti Munawaroh sebagai narasumber. Ia menekankan bahwa kejujuran kepada diri sendiri adalah kunci ketenangan, serta pentingnya memahami dan memvalidasi emosi pribadi. “Orang yang tertawa paling keras bisa jadi menyimpan luka terdalam. Kita tidak dituntut untuk menjadi sempurna atau mengubah orang lain, cukup dengan mengerti dan menerima,” jelasnya.
Materi juga menyinggung peran perempuan yang unik dalam mengekspresikan emosi, pentingnya mendengar diri sendiri, serta praktik menenangkan diri melalui teknik pernapasan dan self-talk. Peserta juga diajak untuk jujur terhadap diri sendiri dan mendampingi diri dalam proses pemulihan mental.
“Cintai diri sendiri, karena pemahaman dan kasih sayang kepada diri adalah langkah awal penyembuhan,” pungkas Siti Munawaroh. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















