Penulis: Syafik Hoo/Telisik Hati
BN News.com – Dalam rangka mempertahankan warisan budaya yang bersumber dari Kiyai, Ulama NU maka menjadi kewajiban bagi kita sebagai penerus untuk selalu menjaga merawat dan meramut agar peninggalan atau warisan tersebut tidak hilang/punah.
Hal tersebut menjadi tanggung jawab bagi generasi dan pengurus NU untuk melestarikan apa yang menjadi warisan para kiyai dan Ulama NU untuk terus dikembangkan dan disyiarkan karena ini juga bagian risalah dakwah islamiyah yang harus di kenalkan dan dimasifkan di kalangan NU sampai Yaumil qiyamah.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Pimpinan Anak Cabang (Ancab) Nahdlatul Ulama (NU) kecamatan Dukun. Baru baru ini menggelar Latihan bersama (Gladen) untuk menyamakan persepsi dan visi akan kebersamaan dalam lagu dan gerak dalam Ishari.
Kegiatan tersebut dipusatkan di serambi Masjid Jami’ Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun. Giat tersebut juga melibatkan seluruh anggota ranting se-Kecamatan Dukun, Sabtu (6/11/2022). Dalam gladen ini meliputi beberapa teknis lagu dan gerak yang harus disamakan, baik naik turunnya lagu, di samping ada materi Rodad, kepyek/kecrek dan lantunan lagu shalawat.
Moh Hita’Wajdi Ketua Ishari MWC NU Dukun mengatakan, hal ini menjadi ikhtiar bagi kami untuk menselaraskan juga menghidupkan Ishari yang ada di Dukun yakni dengan giat latihan bersama atau gladen ini.
“Sengaja giat ini diselenggarakan karena ini penting untuk program selanjutnya kapan lagi kalau tidak sekarang kita mulai.”Ya kita khawatir ini nanti berakibat buruk kalau tidak kita segerakan latihan bersama ini,” ujarnya.
Kepala Desa Tebuwung itu juga menjelaskan, ini nanti terus kita tindaklanjuti dengan latihan bersama dan terjadwal dengan tempat bergiliran.” Kalau tidak siapa lagi yang membesarkan Ishari kapan lagi kalau tidak sekarang.
Kegiatan bersama gladen ini dihadiri oleh Pengurus Takmir Masjid Jami’ Tebuwung serta Ketua Tanfidziyah MWC NU Dukun KH Moh Sholeh MAg. (Syafik Hoo/Telisik Hati)
















