Penulis: Mbah Singo/Syafik/Telisik Hati
BN News.com – Dalam rangka sambung roso antara alumni, santri dan kiai, pengurus IKTSAR (Ikatan Santri & Alumni) Pondok Pesantren Al Muhtarom gelar Ngaji Kitab “Nashoihul Ibad”, Jumat (25/11/2022).

Kegiatan ini diikuti semua santri dan alumni Pondok Pesantren Al Muhtarom Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.
Kiai adalah master guru di sebuah pondok pesantren. Ia merupakan sosok yang paling esensial di pesantren, di masyarakat desa, kabupaten bahkan negara.
Kiai Abdul Aziz contohnya. Sosok Kyai muda (lahir 1968) Pendiri Pondok Pesantren Al Muhtarom (berdiri 1985) ini adalah salah satu tokoh sentral masyarakat Desa Lowayu. Dalam usia yang masih relatif muda kala itu, mampu sebagai Agen Perubahan di dalam masyarakatnya Desa Lowayu, bahkan kabupaten Gresik.

Mohammad Rohmad salah satu alumni Ponpes Al Muhtarom menyampaikan, pondok ini masih relatif muda, namun tidak bisa dipandang sebelah mata. Alumni pondok ini telah memberikan warna buat masyarakat sekitar, ikut andil berjuang membesarkan bangsa, menjaga kemerdekaan bangsa lewat jalur pendidikan pondok pesantren.

“Alumni pondok ini banyak yang menyebar luas menjadi tokoh tokoh besar di kabupaten Gresik, bahkan di luar kabupaten Gresik. Contoh Ustadz Ahmad Misbahul Abidin (Ketua Takmir Masjid Agung Gresik), Mohammad Roni (Ketua KPU Kabupaten Gresik 2019-2024), Suwaruddin (guru negeri di Kabupaten Sidoarjo), Siswanto (Dosen INSUD Lamongan), Suhada’ (Dosen UNISDA Lamongan), Hasanuddin (Dosen UNISMA Malang), Amin Iskandar (KADES Lowayu), Mohammad Sholik (Dosen IT Telkom Surabaya), Muzakki (Pendiri King English Course) dan masih banyak yang lainnya, yang jika di catat satu persatu tidak mungkin cukup dalam hitungan hari,” tutur Rohmat, yang juga berprofesi sebagai guru di salah satu lembaga pendidikan desa setempat.

Kartika salah satu pengurus alumni santri perempuan menyampaikan sebuah harapan, semoga kedepannya pengajian sebagus ini bisa dinikmati masyarakat umum, tidak hanya sebatas santri dan alumni saja.
“Semoga ada langkah dari teman-teman penyelenggara pengajian ini, supaya masyarakat Desa Lowayu khususnya dan sekitar Lowayu umumnya bisa mengikuti pengajian ini,” ucap Kartika.
Di tempat terpisah, namun masih dalam kawasan pondok, Ustadz Budi menuturkan, dalam menjalani aktivitas sehari-hari, tentunya kita membutuhkan kawan yang bisa mendengarkan, mengingatkan dan menasehati kita.
Kitab Nashoihul Ibad ini bisa menjadi kawan yang sangat bijaksana untuk menemani kita, menenangkan hati kita. Di tengah-tengah padatnya kesibukan sehari-hari, kita perlu memberi asupan kepada batin kita dengan cara mengikuti rutinan ngaji yang diampuh oleh Beliau KH. ABD. AZIZ agar hati dan pikiran kita terpenuhi dengan nilai-nilai Ilahiah yang terkandung dalam kitab tersebut.
“Hikmat saya, Kitab Nashoihul Ibad merupakan salah satu kitab yang bisa memberikan kita wawasan dan renungan-renungan dalam hidup, berperilaku serta bagaimana menyikapi ujian dan berbagai masalah lainnya. Buku ini dikemas cukup menarik dan sangat menyenangkan untuk dikaji, karena penjelasannya yang ringkas membuat kita lebih mudah memahami isinya. Dan meski bertemakan tasawuf, penyajiannya sangat sederhana dan langsung pada pokok masalah. Selain itu kita bisa sambung roso dengan guru, dengan kiai kita,” beber Budi sekaligus mengakhiri tanya jawab kami kepada teman teman alumni Pondok Pesantren Al Muhtarom. (Mbah Singo/Syafik Hoo/Telisik Hati)
















