Penulis📚 Kak Sugito/Telisik Hati
BN News.com – Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah dinyatakan bahwa Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan, bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan.
Kegiatan Ekstrakurikuler dapat menemukan dan mengembangkan potensi peserta didik, serta memberikan manfaat sosial yang besar dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain. Disamping itu, kegiatan ekstrakurikuler dapat memfasilitasi bakat, minat, dan kreativitas peserta didik yang berbeda-beda.
Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan esktrakurikuler wajib ditetapkan melalui Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa “Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai nilai kepramukaan.”
Pendidikan kepramukaan sangat kental dengan upaya penumbuhan karakter pelajar Pancasilais. Ada beberapa nilai yang ditanamkan melalui pendidikan kepramukaan, seperti; religiusitas, cinta tanah air, solidaritas sosial-kemanusiaan, saling menghormati, saling menghargai, toleransi, gotong royong, kerja sama, mencintai lingkungan alam, mandiri, pemberani, tangguh, kreatif, tanggung jawab, tahan terhadap kesulitan, disiplin, kepemimpinan, dan sebagainya.
Pendidikan karakter di Gerakan Pramuka salah satunya dengan Sistem Among oleh Pembina. Dengan penanaman nilai – nilai kepramukaan ke anggota Gerakan Pramuka memiliki kontribusi yang besar kepada pangkalan gugusdepan, karena penggolongan peserta didik berdasar usia sesuai dengan jiwa perkembangan.Pendidikan sepanjang hayat dan berkesinambungan serta bertingkat di masing-masing golongan dan dipisahkan antara peserta didik putra dan peserta didik putri.
Pendidikan yang dilaksanakan di dalam Gerakan Pramuka adalah pendidikan sepanjang hayat, berkelanjutan, serta memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.Kemudian berkecakapan hidup, sehat jasmani dan rohani, menjadi warga Negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara kesatuan Republik Indonesia, serta menjadi masyarakat yang baik dan berguna, yang membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan Negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan.
Pendidikan Kepramukaan sangat relevan dengan pendidikan karakter bangsa karena di dalam Gerakan Pramuka merupakan lembaga yang menggunakan prinsip pendidikan dalam arti yang luas bertumpu pada Belajar mengetahui; Belajar Berbuat; Belajar hidup bermasyarakat; dan Belajar untuk mengabdi.
Pendidikan kepramukaan disamping mengajarkan pengetahuan seputar kepramukaan, juga menguatkan sikap serta membekali peserta didik dengan keterampilan hidup atau keterampilan sosial. Hal ini dipertegas dalam dasa darma pramuka, sebagai berikut: (1) takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; (2) cinta alam dan kasih sayang sesama manusia; (3) patriot yang sopan dan kesatria; (4) patuh dan suka bermusyawarah; (5) rela menolong dan tabah; (6) rajin, terampil, dan gembira; (7) hemat, cermat, dan bersahaja; (8) disiplin, berani, dan setia; (9) bertanggung jawab dan dapat dipercaya; dan (10) suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Profil Pelajar Pancasila adalah pendidikan karakter versi Indonesia. Ada 6 (enam) profil Pelajar Pancasila(is), yaitu: (1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, (2) berkebinekaan global, (3) bergotong royong, (4) kreatif, (5) bernalar kritis, dan (6) mandiri. Salah satu bentuk penanamakan nilai-nilai Pancasila adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Sejalan dengan implementasi kurikulum merdeka, pendidikan kepramukaan dijadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib.
Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif,
Peran Kegiatan Pramuka dalam membentuk pelajar Pancasila Pertama,beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara.
Implementasi dasadarma dalam membentuk karakter pelajar Pancasila beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. setiap anggota Pramuka harus memiliki sikap takwa dengan menjalankan semua perintah Tuhan dan menjauhi larangan sesuai agamanya masing-masing. Dasa Darma pertama ini juga menekankan sikap toleransi antar umat beragama di Indonesia. Anggota pramuka taat beribadah, Mengaplikasikan pelajaran agama pada kehidupan sehari-hari.
Kedua, Berkebinekaan global. Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen dan kunci kebinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.
Anggota Pramuka harus memiliki profil pancasila yang berkebinekaan global memiliki semangat untuk mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitas dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya budaya baru yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa.
Profil pelajar pancasila yang berkebinekaan Global, yaitu :Mengenal dan menghargai budaya,Kemampuan komunikasi inter kultural dalam berinteraksi dengan sesame,Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.Dalam kegiatan Pramuka ada kegiatan karnaval budaya Indonesia, Forum bhineka Tunggal Ika,
Ketiga, Bergotong royong. Pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen-elemen dari bergotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.
Kegiatan Pramuka yang mengimplementasi profil pelajar Pancasila terkait gotong royong diantaranya mendirikan tenda membutuhkan kerjasama atau gotong royong sesame anggota pramuka, Materi pioneering, kerja bhakti, memasak di bumi perkemahan, kerja bhakti membersihkan lapangan perkemahan atau pasukan semut, kerja bhakti memabngun jalan dalam kegiatan perkemahan wirakarya, kerja bhakti membangun jalan.
Keempat, Mandiri. Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.
Kepramukaan banyak sekali Ilmu yang bisa dimiliki oleh anggota Pramuka guna membekali diri unutk menjadi jiwa yang mandri dan tangguh. Maka beberapa hal yang dapat diupayakan untuk menumbuhkan jiwa mandiri diantaranya adalah : Melakukan latihan-latihan keterampilan, Berusaha untuk tidak mengandalkan bantuan orang lain, Menanamkan disiplin pribadi yang tinggi, ·Berusaha untuk percaya pada diri sendiri, Mempunyai keyakinan bahwa dirinya mampu memecahkan masalah yang dihadapi.·Menanamkan sikap pantang menyerah dalam menghadapi permasalahan. Implementasi jiwa mandiri di pramuka diantaranya berkemah, kegiatan lomba tali temali, simapur, morse, P3K, persiapan kegaitan perkemahan.
Kelima, bernalar kritis. Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil Keputusan.
Pramuka menanamkan karakter bernalar kritis yaitu mencapai pemahaman yang mendalam terhadap sesuatu. Kemampuan bernalar kritis adalah kemampuan untuk menganalisis fakta, mencetus dan menata gagasan, mempertahankan pendapat, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argumen, dan pemecahan suatu permasalahan.
Dalam kegiatan Pramuka ada materi forum siaga, penggalang, penegak, pandega. Forum merupakan wadah tempat membicarakan kepentingan bersama persidangan untuk membahas sesuatu perkara atau tukar menukar pemikiran tentang suatu masalah. wadah tempat pembicaraan kepentingan bersama wadah tukar menukar pikiran tentang suatu masalah, atau siding untuk membahas suatu perkara, bias juga merupankan media kegiatan bersama bagi pramuka Siaga/ Penggalang/ penegak/ Pandega. Dalam forum anggota berlatih berkomunikasi, menyampaikan gagasan, menghormati pendapat orang yang santun, menyampaikan pendapat serta berani mengambil suatu keputusan yang terbaik untuk kepentingan bersama.
Keenam, Kreatif. Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

Kegiatan Pramuka menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan profil pelajar Pancasila. Ada banyak manfaat mengikuti ekskul Pramuka, di antaranya yaitu:Memupuk semangat gotong-royong dan kebersamaan. Karakter ini ditanamkan melalui pelaksanaan kemah yang biasanya dilakukan dua kali dalam setahun. Dalam acara ini, siswa diajak untuk saling bahu-membahu mendirikan tenda, membersihkan tenda, memasak dan lainnya.
Menanamkan sikap mandiri. Dalam pramuka, banyak kegiatan yang menuntut siswa untuk menggunakan kemampuan sendiri, tanpa bantuan orang lain.Menumbuhkan karakter tidak mudah menyerah. Dalam pramuka, siswa akan mengikuti kegiatan yang melewati berbagai rintangan, seperti naik turun tebing yang berlumpur dan licin, uji nyali dan kemampuan, dan lainnya. Dalam hal ini siswa juga akan tumbuh menjadi generasi pecinta alam.
Kegiatan pramuka perlu benar-benar diotimalkan oleh sekolah untuk mewujudkan karakter pelajar Pancasilais. Perlu ada sosialisasi, khususnya kepada peserta didik baru tentang tujuan dan manfaat dari bergabung dengan kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Walau sifatnya ekstrakurikuler tersebut wajib diikuti oleh peserta didik, tapi belum tentu setiap peserta didik berminat mengikutinya. Oleh karena itu, untuk meningkatkan minat peserta didik mengikuti ekstraurikuler pramuka, pada Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) perlu dipamerkan berbagai keunggulan ekstrakurikuler pramuka dan berbagai prestasi yang telah dicapai oleh ekstrakurikuler pramuka di sekolah. (Kak Sugito/Telisik Hati)
*Sugito, M.Pd, Penulis adalah Pembina Pramuka MA Raden Paku Wringinanom Gresik
















