GRESIK, BN News – Sebanyak 16 peserta Delegasi Asian Organization of Supreme Audit Institutions – Working Group on Environmental Auditing (ASOSAI WGEA) bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia mengunjungi Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), untuk mengetahui lebih lanjut pengelolaan sumber daya mineral, proses pemurnian mineral bernilai tambah, dan aspek pengelolaan lingkungan di industri pertambangan.
“Saya melihat yang dilakukan PTFI merupakan pencapaian yang luar biasa. PTFI mampu menunjukkan keseimbangan antara kontribusi terhadap penerimaan negara dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan,” kata Moeed Ali, perwakilan Lembaga Pemeriksa Keuangan Negara (Supreme Audit Institution/SAI) Pakistan, Direktur Jenderal Audit (Perubahan Iklim dan Lingkungan) saat kunjungan ke smelter PTFI, Rabu, 3 Juni 2026.
ASOSAI WGEA merupakan kelompok kerja di bawah ASOSAI yang berfokus pada penguatan kapasitas lembaga pemeriksa keuangan negara di kawasan Asia dalam bidang audit lingkungan.
Saat ini, ASOSAI WGEA beranggotakan sekitar 32 negara, di antaranya Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UAE), Thailand, India, Tiongkok, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Rusia, dan negara lainnya.
Kelompok kerja ini bertujuan membangun pemahaman dan memperkuat kerja sama di antara para anggotanya melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam bidang audit lingkungan. ASOSAI WGEA juga memfasilitasi pelatihan dan pengembangan kapasitas secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas serta kinerja auditor negara dalam melakukan audit lingkungan.
Perwakilan BPK menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Kick-Off Meeting ASOSAI Working Group on Environmental Auditing (WGEA) 7th Cooperative Environmental Audit yang berlangsung di Surabaya pada 2–4 Juni 2026. Para peserta berasal dari berbagai negara, yakni Tiongkok, Papua Nugini, Oman, Myanmar, Pakistan, dan Indonesia.
Melalui agenda ini, BPK berharap peserta dapat meningkatkan pengetahuan, berbagi pengalaman, serta membangun pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana audit sektor publik dapat mendukung pengelolaan sumber daya yang akuntabel dan berkelanjutan.
“Kami sangat terhormat menerima kunjungan dari ASOSAI WGEA dan BPK RI. Kehadiran para peserta ini merupakan bentuk pengakuan terhadap implementasi good governance serta komitmen kami dalam menjalankan praktik pertambangan terintegrasi hulu-hilir yang berkelanjutan,” kata Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi.
Dalam kunjungan tersebut, Jenpino menjelaskan operasional pertambangan yang terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir yang mencakup kegiatan penambangan, pengolahan, hingga pemurnian di smelter dari hulu hingga ke hilir. Sesi ini turut menyoroti praktik manajemen lingkungan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku serta berbagai upaya keberlanjutan yang menjadi bagian dari operasional perusahaan.
Usai sesi pemaparan, delegasi meninjau langsung fasilitas Smelter PTFI untuk melihat proses operasional, teknologi, pemurnian mineral, serta penerapan standar keselamatan dan perlindungan lingkungan yang diterapkan di smelter.(Telisik Hati)















