Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Berbarengan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai tanda dimulainya tahun ajaran baru, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik membuat gebrakan. Dua instansi ini, berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan seminar nasional dalam bidang pendidikan.
Seminar dengan tajuk ‘3 Dosa Besar Pendidikan’ ini, diisi keynote speech secara daring oleh Menteri Pendidikan RI Nadiem Makarim. Tidak hanya itu, beberapa tokoh dihadirkan sebagai narasumber, yakni Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati H Aminatun Habibah, serta anggota Komisi X DPR RI Prof. Dr. H. Zainuddin Maliki, M.Si.
3 Dosa Besar Pendidikan, yakni perundungan atau bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi menjadi suatu permasalahan nasional pada bidang pendidikan. Kabupaten Gresik yang hingga saat ini termasuk kabupaten/kota dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Jawa Timur, juga tidak lepas dari permasalahan tersebut.
Karenanya, Pemerintah Kabupaten Gresik terus mengkampanyekan sekolah ramah anak sebagai salah satu solusi dalam mengatasi 3 dosa besar pendidikan. Seperti yang disampaikan Bupati Gus Yani, di hadapan peserta yang berasal dari beragam sekolah di Kabupaten Gresik.
“Kita harus mampu memberikan sebuah tempat pendidikan yang benar-benar ramah pada anak. Tidak ada lagi yang namanya pelecehan seksual di lingkungan sekolah, pun juga intoleransi. Kita mitigasikan agar hal-hal tersebut tidak terjadi,” ujar Bupati Gus Yani.
Bupati juga berpesan agar pendidik bisa benar-benar memahami karakter anak didik. Lebih lanjut, dirinya juga berharap pendidik juga bisa memberikan keteladanan bagi anak didiknya.
Menyambung apa yang disampaikan Bupati, Wakil Bupati Hj. Aminatun Habibah menambahkan bahwa upaya mengatasi 3 dosa tersebut juga dilakukan melalui sisi lain. Wabup menilai, dalam ekosistem pendidikan terdapat unsur pendidik, unsur siswa, dan unsur orang tua.
“Tidak hanya sisi murid, 3 dosa besar ini juga bisa terjadi lantaran lemahnya otoritas pendidik. Banyak kejadian guru tidak bisa mendisiplinkan anak didiknya, lantaran takut dengan wali murid atau takut berhadapan dengan hukum. Ini juga harus sama-sama kita cari solusinya,” tambah wabup.
Sementara Anggota Komisi X DPR RI Prof. Dr. H. Zainuddin Maliki, M.Si lebih menekankan pentingnya penguatan karakter dalam mengikis perundungan, pelecehan seksual dan intoleransi. Bahkan dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur ini menegaskan jika pihaknya selama ini intens membahas sekaligus mencarikan solusi terbaik untuk mengatasi 3 Dosa Besar Pendidikan tersebut.
“Kami mengajak kepada seluruh insan pendidikan termasuk teman-teman media untuk bersama-sama menggalakkan kampanye pendidikan yang ramah. Mengabarkan apa yang sudah dilakukan para wakil rakyat dan pemerintah kepada masyarakat. Mari terus bergerak serentak mewujudkan lingkungan pendidikan yang merdeka dari kekerasan,” tandas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini.
Kegiatan seminar nasional berlangsung dengan gayeng. Setelah sesi paparan oleh narasumber, kegiatan berlanjut dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan secara maksimal oleh peserta.
Ketua PWI Gresik Deni Alisetiono mengatakan, seminar ini diselenggarakan sebagai upaya mencegah terjadinya tiga dosa besar pendidikan di lingkungan sekolah. “Harapannya bisa mencegah terjadinya tiga dosa pendidikan itu, yakni perundungan, pelecehan seksual dan intoleransi. Semoga bermanfaat,” katanya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















