Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN New.com – Subhanallah! Puluhan ribu jamaah bak lautan manusia dari berbagai pelosok Nusantara hingga luar negeri tumplek blek memenuhi kawasan pusat kota Gresik. Mereka penuh khusuk mengikuti rangkaian acara Haul Habib Abu Bakar Assegaf Gresik ke-68 yang berlimpah keberkahan.
Satu di antara lautan manusia yang khidmat menghormati dan mengenang jasa-jasa Al-Imam Al-Qutb Al-Habib Abu Bakar Assegaf itu adalah Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani. Menantu Ulama Besar negeri ini, yakni KH Agoes Ali Masyhuri ini, begitu pulang dari tanah suci usai menunaikan ibadah haji, langsung ikut tumplek blek mengikuti Haul Habib Abu Bakar Assegaf Gresik ke-68.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gresik bersama jajaran dan Polres Gresik menyatakan memberikan dukungan penuh guna memastikan acara Haul Al Habib Abu Bakar Assegaf yang ke-68 berjalan lancar.
“Di samping rekayasa lalu lintas dan persiapan kantong-kantong parkir, kita juga sudah menyediakan dapur umum di area Pendopo dan Rumah Dinas, ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gratis bagi jamaah. Tim kesehatan dan ambulans juga kita siapkan di lokasi. Kita juga sudah menyediakan videotron dan TV di sekitar area Alun-Alun dan Pendopo, agar jamaah bisa tetap mengikuti acara walaupun tidak bisa masuk di Masjid Jami’,” terang Bupati Gus Yani.
Berkaca dari tahun sebelumnya, acara haul ini mengundang antusiasme tinggi dari jamaah dari dalam hingga luar negeri. Acara ini tentunya memberikan manfaat ekonomi pada warga sekitar serta tingginya tingkat okupansi hotel.
Gus Yani, begitu Bupati H Fandi Akhmad Yani kerap disapa, juga mengucapkan selamat datang kepada jamaah dari berbagai wilayah yang datang di Kabupaten Gresik.
“Selamat datang di Kabupaten Gresik, bersama-sama kita mengikuti rangkaian Haul Al Habib Abu Bakar Bin Muhammad Bin Umar Assegaf. Semoga kita semua mendapat keberkahan,” ucapnya, Kamis (6/7/2023).
Untuk diketahui, Puncak Acara Haul Habib Abu Bakar Assegaf ke-68 digelar hari ini, Kamis (6/7/2023). Ribuan manusia tumplek blek memenuhi kawasan pusat kota Gresik. Rangkaian acara peringatan wafatnya ulama besar asal Gresik ini dihadiri puluhan ribu jamaah dari dalam hingga luar negeri.
Para jamaah berdatangan untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa Al-Imam Al-Qutb Al-Habib Abu Bakar Assegaf dalam menyebarkan ajaran Islam yang penuh kasih sayang.
Kegiatan penuh berkah ini dilaksanakan di Masjid Jami’ Gresik, Jalan KH Wachid Hasyim, Pekauman, Gresik, berlangsung selama 2 hari pada tanggal 16-17 Dzulhijjah 1444 H / 5 – 6 Juli 2023.
Rangkaian acara di hari pertama dimulai dengan Rauha dan Khotmil Kitab Ihya’ Ulumiddin pada pukul 16.00 WIB (Ba’da Ashar), kemudian Hadrah pada pukul 21.00 WIB yang akan berlangsung di kediaman Al-Imam Al-Qutb Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf,di Jalan KH Zubair 93 Gresik.
Pada hari kedua dimulai dengan acara pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada pukul 05.00 WIB (Ba’da Subuh) sebagai bentuk penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW di kediaman Al-Habib Syekh bin Abu Bakar Assegaf di Jalan KH Zubair 52 Gresik.
Puncak peringatan pada pukul 09.00 WIB di Masjid Jami’ Gresik jalan Wakhid Hasyim No 06 Gresik. Salah satu peziarah asal Tangerang Abdul Rozak mengungkapkan, dia selalu hadir saat peringatan Haul ini setiap tahunnya.
Menurutnya peringatan Haul tahun ini bertepatan dengan hari libur kenaikan sekolah, sehingga dia bisa mengajak seluruh anggota keluarga bersamanya.
“Saya sudah di Gresik dari hari Rabu kemarin. Ber-enam bersama anak dan istri. Selain niat ingin berziarah ke Makam Habib Abu Bakar, juga sekalian mengisi liburan sekolah anak-anak,” kata Rozak saat di pelataran Masjid Jamik Gresik, Kamis (6/7/2023) pagi.
“Alhamdulillah tahun ini masih ada kesempatan hadir di Haul Habib Abu Bakar Assegaf, semoga tahun depan bisa hadir lagi,” tuturnya.
Bahkan, seorang jamaah asal Sampang bernama Syarif (36 tahun) mengatakan, jika dirinya sudah datang di Gresik sejak Selasa siang. Ia bersama 3 rekannya tidak pernah absen untuk hadir di acara haul ini.
“Kemarin sudah tiba di Gresik. Perjalanan dari Sampang sejak pukul 10 pagi, sampai Gresik jam 1 siang. Kami bertiga menunggu di sekitar Pendopo Gresik sejak semalam,” ungkap Syarif.
Beda lagi dengan kesan yang diungkapkan Habib Ceker, orang menyebutnya begitu. Datang dari Jakarta mengatakan bahwa seluruh hotel dan penginapan di kota Gresik penuh. “Kita istirahat dulu di Makam Malik Ibrahim, nanti kita akan mencari informasi bila ada rumah warga yang di sewakan,” kata Habib Ceker.
Masih kata Habib Ceker, untuk tahun ini Masya Allah tamu yang hadir haul banyak sekali. “Semoga lancar dan sukses, Isyaallah tahun depan jika di beri kesehatan dan umur panjang akan menghadiri lagi,” cetusnya penuh semangat.

Profil Habib Abu Bakar
Dikutip dari buku ’17 Habaib Berpengaruh di Indonesia’ karya Abdul Qadir Umar Mauladdawilah, Nama lengkap Habib Abu Bakar adalah Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf, mendapat julukan Al Qutb dengan melihat ketekunannya dalam beribadah.
Habib Abu Bakar muda khusyuk melakukan uzlah atau khalwat (aktivitas menyepi) meninggalkan aktivitas duniawi dan hanya beribadah selama hampir 15 tahun.
Habib Abu Bakar Assegaf merupakan salah satu ulama yang lahir di kawasan Besuki, Jawa Timur pada 30 Maret 1869 Masehi atau 16 Dzulhijjah 1285 Hijriyah. Habib Abu Bakar Assegaf lalu dikirim oleh ibunya ke tanah leluhurnya di Sewun Tarim, Yaman Selatan.
Sepulangnya dari sana, Habib Abu Bakar Assegaf menuju kota kelahirannya. Di sana dia melakukan aktivitas dakwah sekitar 3 tahun. Setelah itu, pada usia 20 tahun, dia hijrah ke Gresik.
Kemudian, dia membuka Majelis Ta’lim di rumahnya, di Gresik. Kedalaman dan kejernihan hati yang dimilikinya telah melahirkan banyak murid-murid yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat.
Pada tanggal 15 juli 1957 Masehi atau bertepatan tanggal 17 Dzulhijah 1376 Hijriyah Habib Abu Bakar Assegaf wafat dan dimakamkan di Gresik. (Didik Hendri Telisik Hati)
















