Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
Gresik, BN News – Di balik kebahagiaan meraih gelar Doktor, ternyata ada tangis yang begitu mendalam dari seorang S Hariyanto. Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik ini terkenang dengan Almarhum Ayahanda tercinta H Ali Afandi.
Semasa hidup, sang ayahanda tiada henti memotivasinya agar terus kuliah. Tak peduli jual sawah, yang penting anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan tinggi.
“Tangisku adalah tangis kebahagiaan. Mengenang saat ayahanda memberikan motivasi kuat untuk anak-anaknya, saya merasa dorongan tersebut menjadi kunci keberhasilan saya hingga mencapai gelar S3 ini,” ungkapnya penuh haru, Rabu (22/1/2025).
“Semua ini juga berkat Ibunda tercinta Hj Nurjanah, di usianya ke-76 tak henti-hentinya berdoa demi kesuksesan anak-anaknya,” ucap Pak Doktor S Hariyanto dengan nada tersendat² menahan tangis kebahagiaan berbalut rasa syukur.
S Hariyanto juga memberikan apresiasi kepada keluarga, kolega, dan rekan-rekan yang selama ini terus memberi semangat. Gelar Doktor ini diharapkan dapat mendukung kiprahnya dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Gresik, khususnya melalui program Nawa Karsa Gresik Cerdas.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. S. Hariyanto, S.Pd., MM., telah melaksanakan Ujian Disertasi Terbuka Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) di ruang sidang lantai 2 gedung O1 FIP UNESA pada Senin, 20 Januari 2025.
Ujian terbuka ini dihadiri jajaran dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si. (Ketua), Prof. Dr. Mustaji, M.Pd. (Anggota / Promotor I ), Dr. Sri Setyowati, M.Pd. (Anggota / Promotor II), Dr. Nunuk Hariyati, S.Pd., M.Pd. (Anggota), Prof. Dr. Suryadi, M.Pd (Anggota), Prof. Dr. Dra. Gunarti Dwi Lestari, M.Si. (Anggota), Dr. Muhamad Sholeh, S.Pd., M.Pd. (Anggota).
Pada ujian terbuka tersebut, ia mengangkat judul “Implementasi Program Nawa Karsa Gresik Cerdas Dalam Meningkatkan Kualitas Guru SD di Kabupaten Gresik,” ia berhasil menyelesaikan program studi doktoral hanya dalam waktu 5 semester atau 2 tahun setengah dengan memperoleh IPK 3,92 dan nilai disertasi 90,4.
Program Nawa Karsa dicanangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar dengan fokus pada pengembangan kompetensi profesional guru SD melalui pelatihan intensif, pendampingan berkelanjutan, dan pembentukan komunitas profesional. Keberhasilan program ini menunjukkan dampak positif seperti meningkatnya capaian indeks pendidikan Kabupaten Gresik dari 78,90 pada tahun 2022 menjadi 80,98 pada 2023, menurunnya angka putus sekolah, dan peningkatan kemampuan pedagogis.
Meskipun begitu dalam implementasinya program ini memiliki beberapa tantangan seperti adanya resistensi dari guru senior terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur di wilayah terpencil, serta beban administrasi guru yang tinggi. “Oleh karena itu, kunci dari keberhasilan program ini adalah dengan adanya kolaborasi antar pihak, seperti pemerintah, Dinas Pendidikan, komunitas, dan sektor swasta,” tuturnya.
Program Nawa Karsa ini diharapkan dapat diimplementasikan di berbagai daerah tidak hanya di Kabupaten Gresik saja serta bisa menjadi program yang berkelanjutan dengan memperbaiki apa yang sudah menjadi evaluasi selama pelaksanaan program. Di akhir ia mengungkapkan betapa pentingnya mencari ilmu dan berharap agar para pendidik bisa melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi.
Sidang terbuka tersebut menjadi momen penting bagi perjalanan karir akademik S. Hariyanto dan kontribusinya dalam dunia pendidikan. Dengan gelar doktor yang diraihnya, ia berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi kemajuan pendidikan di Gresik.
“Gelar doktor ini bukan hanya sekadar gelar. Ini adalah amanah baru bagi saya untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Gresik. Saya akan mengimplementasikan ilmu yang saya peroleh untuk melahirkan inovasi-inovasi baru dalam dunia pendidikan,” imbuhnya.
Tak pelak, atas keberhasilan tersebut, Dr. S. Hariyanto, S.Pd, MM, sukses mencetak Rekor sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pertama di Kabupaten Gresik yang bergelar Doktor dengan predikat Cumlaude. “Ya, baru kali ini Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik dipimipin seorang Doktor Manajemen Pendidikan dengan predikat Cumlaude,” ungkap Ketua Panitia Sidang Terbuka Promosi Doktor, Nur Hamidah, M.Pd yang juga Kabid Tendik Dispendik Gresik ini. (Didik Hendri Telisik Hati)
















