Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Pekan pertama Ramadan 1444 H, beberapa warung kopi dan juga warung karaoke tetap buka dengan musik yang cukup keras, bahkan ditemukan miras.
Pol PP Kabupaten Gresik dan Camat Kebomas beserta MUI Kecamatan Kebomas pun gencar melakukan operasi di sejumlah lokasi warung remang-remang dan juga pemilik karaoke.

Lokasi yang pertama didatangi adalah warung di Jalan Tri Dharma, tampak beberapa lady escort dengan usia sekitar 20-an dengan dandanan yang cukup menggoda dan berpenampilan seksi. Selain berjualan kopi, mereka juga menyediakan room untuk karaoke. Bahkan, tim juga menemukan minuman keras, dan pemandu karaoke alias lady escort rata-rata dari luar kota.
Lokasi kedua di Jalan Fatimah Binti Maimun juga banyak warung kopi yang sekaligus menyediakan room untuk karaoke. Dan ternyata juga ada lady escort rata-rata dari luar kota yang usianya berkisar 30-an. Di lokasi ini juga didapatkan minuman keras.

Komandan Satpol PP Kabupaten Gresik H Suprapto, A.P, M.Si yang turun langsung melakukan razia bertindak tegas dengan membawa KTP lady escort dan juga minuman keras ke kantor untuk dijadikan barang bukti.
“KTP pelayan warung dan pemandu lagu yang dari luar daerah kami amankan, dan besok orangnya kita panggil ke kantor, sementara minuman keras juga kita jadikan barang bukti,” jelas Komandan Satpol PP, Selasa ( 28/3/2023) malam.
Tak hanya itu, tim gabungan juga melakukan operasi di Jalan Amak Kasim. Namun hanya sekitar 5 menit saja, sementara warung kopi serta karaoke di Jalan Darmo Sugondo di sekitar rel sudah keburu tutup, diduga razia bocor.
Sementara Camat Kebomas H. Moch. Jusuf Ansyori, S.Sos, MM berharap lingkungan di wilayahnya bebas dari penyakit masyarakat. “Bulan Ramadan ini kami ingin warga kami bisa menjalankan ibadah dengan khusuk. Makanya, beberapa penyakit masyarakat kita harapkan hilang dari wilayah Kebomas,” tandas Jusuf.
Menariknya, Ketua MUI Kecamatan Kebomas yang ikut razia warung kopi dan warung karaoke mengaku sangat terkejut. “Baru kali ini diajak razia dan menjumpai pelayan lagu yang mengenakan baju yang minim dengan dandanan cukup mencolok, saya khawatir habis razia ini malah sawanen,” tutur Hamir sembari geleng-geleng kepala. Ternyata Ramadan di kota santri, masih banyak miras dan pemandu karaoke berpakaian seksi mengais rezeki. (Didik Hendri Telisik Hati)















