Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
Sidoarjo, BN News – Dalam rangka memberikan siraman rohani bagi ASN di bulan suci Ramadan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan BINKARSITAL (Bimbingan Karir, Prestasi, dan Mental) pada Kamis, 6 Maret 2025. Pada momen bulan suci ini, bimbingan bertujuan untuk memberikan pembinaan dan motivasi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama agar lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah yang ditugaskan.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menegaskan pentingnya disiplin sebagai sebuah kebutuhan. “Jika disiplin sudah menjadi kebutuhan, maka siapapun akan mencari dan mendapatkannya. Namun, jika belum menjadi kebutuhan, maka disiplin akan sulit diterapkan,” ujarnya.
Kakanwil juga mengutip pepatah Arab. “Waktu itu bagaikan pedang, jika kita tidak menebasnya maka kita yang akan ditebas oleh waktu.” Hal ini mengingatkan bahwa waktu terus berjalan dan tidak dapat diulang kembali. Oleh karena itu, setiap ASN harus mampu mengelola waktu dengan baik dan menerapkan disiplin dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa setiap ASN adalah pemimpin, baik bagi diri sendiri maupun dalam lingkup yang lebih luas. “Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban. Jadilah pemimpin bagi diri sendiri, sehingga ketika kita mampu memposisikan diri sebagai pemimpin, insyaallah akan terbentuk kepemimpinan yang kolektif,” tambahnya.
Disiplin tidak hanya terbatas pada pengelolaan waktu, tetapi juga dalam berbicara dan bertindak. Seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan dengan menyelaraskan ucapan dan perbuatan. “Jangan sampai hanya berkata-kata dan menyuruh orang lain, tetapi kita sendiri tidak mampu mengerjakannya. Jika apa yang kita pikirkan dan ucapkan selaras, maka kita telah berada dalam zona integritas,” lanjutnya.
Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus berhati-hati dalam bertindak. Jika ucapan dan tindakan tidak selaras, maka Allah akan murka. “Jika tindakan kita baik, maka itu akan menjadi kebiasaan, dan jika kebiasaan tersebut terus dilakukan, maka akan membentuk karakter. Karakter inilah yang akan menentukan keberhasilan kita,” jelasnya.
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, beliau mengajak seluruh ASN untuk menjadikan puasa sebagai momentum dalam membentuk kedisiplinan. “Mari kita mulai disiplin dari pola pikir dan mindset kita. Disiplin kerja adalah ketika apa yang kita pikirkan selaras dengan apa yang kita kerjakan,” pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan BINKARSITAL ini, diharapkan seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dapat menerapkan nilai-nilai disiplin dalam setiap aspek kehidupan, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan meningkatkan kinerja lembaga secara keseluruhan. (Didik Hendri Telisik Hati)
















