Gresik, BN News – Ranting NU Kertosono Sidayu Gresik bersama seluruh Badan Otonom (Banom) NU menggelar istighotsah dan doa bersama pada Selasa, 2 September 2025 pukul 19.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Sidayu, pengurus MWCNU Sidayu, Para ketua PAC hingga PC GP Ansor Kab Gresik serta ribuan warga nahdlyin desa kertosono.
Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian sosial atas terjadinya korban jiwa dalam aksi demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut atas instruksi Pimpinan Pusat GP Ansor untuk merespons isu-isu sosial dengan pendekatan spiritual.
Sebagai simbol belasungkawa, panitia menggelar istighotsah di halaman dengan suasana hening. Seluruh lampu dimatikan, dan jamaah menyalakan obor sebagai tanda duka dan penghormatan kepada para almarhum korban demonstrasi di seluruh wilayah Indonesia.
Ketua Panitia, Moch. Ariyanto, SP., MM., menyampaikan rasa prihatin terhadap kondisi bangsa sekaligus belasungkawa atas meninggalnya sejumlah korban dalam aksi demonstrasi.
“Kami melakukan istighotsah dan doa bersama untuk para almarhum, serta memohon keselamatan bangsa agar kondisi Indonesia kembali kondusif,” ujarnya.
Ketua GP Ansor Ranting Kertosono, Sahabat Ulin Nuha, menekankan bahwa kegiatan ini lahir dari kepedulian bersama.
“Kegiatan seperti ini merupakan panggilan hati kita atas kondisi bangsa saat ini. Kita tetap menempuh cara spiritual, saling menguatkan sesama, agar bersama-sama menjaga masyarakat dan menjaga kota kita, Gresik tercinta,” ungkapnya.
Selanjutnya, PC GP Ansor Gresik yang diwakili oleh Kosatkorcab banser kab gresik, H. Moh Syahidin dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kondusivitas wilayah.
“Kita warga Nahdliyin harus saling menjaga, jaga warga, jaga kota Gresik. Semoga para korban husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. Mari bergandengan tangan dari desa hingga kota, menjadi benteng bersama agar wilayah kita tetap aman, damai, dan tenang,” tegasnya.
Pihak Camat Sidayu yang diwakili oleh bapak Hasan Lutfi turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kegiatan semacam ini sangat Luar biasa setingkat ranting bisa kompak beserta banom membuat kegiatan intruksi yang notabennya mendadak tapi bisa maksimal, ini merupakan wujud bahwa ansor sigap ansor siap dalam kondisi apapun, selain itu Unsur organisasi keagamaan bersama pemerintah yang kompak menjadi cermin kondusivitas di wilayah kita. Dengan demikian, masyarakat tidak panik, tidak takut, dan tetap tenang menghadapi kondisi beberapa hari terakhir,” ucapnya.
Kegiatan malam hari ditutup dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Bapak H. Asrofil S.ag untuk memberikan pencerahan tindakan dan sikap yang baik santun dan responsif positif secara islam untuk menghadapi situasi saat ini,
Melalui kegiatan istighotsah dan doa bersama yang penuh kekhidmatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta peran aktif warga Nahdliyin bersama pemerintah dapat terus memperkuat persatuan dan menjaga ketenangan bangsa. (Syafik Hoo/Telisik Hati)
















