Penulis: Syafik Hoo/Telisik Hati
BN News.com – Ratusan santri Ponpes Mambaul Ihsan Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah melaksanakan shalat ghaib serta kirim doa untuk korban tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.
Pengasuh Ponpes Mambaul Ihsan, Nafisul Athok mengatakan, dia ikut berduka atas tragedi yang menimpa ratusan orang usai laga antara Arema FC dan Persebaya.
“Kita berdoa, istighosah dan salat ghaib untuk korban meninggal. Tentu sangat berduka atas kejadian semalam di Stadion Kanjuruhan,” kata Gus Athok sapaan akrabnya, Minggu (2/10/2022).
Dikatakan Gus Athok, doa juga dikhususkan ke korban tragedi Kanjuruhan Malang asal Gresik yang bernama Hadiyatus Tsaniyah. Dia tercatat alumni Pondok Pesantren Mamba’ul Ihsan.
“Tragedi sampai menewaskan ratusan lebih orang ini, salah satu suporter yang wafat adalah santri kita, alumni kita di ponpes ini, semoga husnul khatimah,” ungkapnya.
Selama di pondok, perempuan yang akrab disapa Sani ini sosok periang dan humble. Bahkan kata Gus Athok, Almarhumah merupakan salah satu santri yang suka bergaul.
Setelah lulus dari pondok dan mengenyam pendidikan SMK, Sani berdomisili di Malang untuk melanjutkan studi. Dia juga sudah lulus dari PGMI di Unisma Malang.
“Sani dulu mondok di sini selama tiga tahun, anaknya ceria, senang bergaul, habis SMK di sini melanjutkan studi di Malang. Tentu kaget waktu tahu, dia wafat dalam tragedi itu,” jelasnya.
Sebelumnya, Perangkat Desa Banyuurip Mohammad Khizam menuturkan pemerintah desa mengucapkan bela sungkawa atas terjadinya tragedi Kanjuruhan.
“Kami mengucapkan belasungkawa, semoga Almarhumah dilapangkan kuburnya,” imbuhnya usai mengikuti pemakaman korban.
Diketahui, ayah almarhumah bernama Pak Sukardi. Beliau bekerja sebagai Guru di SMA Ponpes Alkarimi Tebuwung Dukun. “Beliau tampak shock dan trauma berat. Bahkan Pak Sukardi hingga saat ini seakan masih belum percaya jika putrinya tercinta turut menjadi korban meninggal atas tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang merenggut ratusan nyawa,” ungkap Moh. Syafik, salah satu rekan ayah almarhumah di Ponpes Alkarimi Tebuwung Dukun Gresik. (Syafik Hoo/Telisik Hati)
















