GRESIK, BN News – Bayangkan jika ketenangan lingkungan tempat tinggal kita tiba-tiba terusik hanya karena salah paham soal isu keagamaan. Di tengah pesatnya pertumbuhan perumahan baru di wilayah seperti Kebomas, pergeseran pola interaksi sosial sangat rentan memicu gesekan nilai dan ketegangan horizontal.
Guna mengantisipasi hal tersebut, KUA Kecamatan Kebomas bergerak cepat menggelar pembekalan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) terkait konflik sosial berdimensi keagamaan di Aula KUA Kebomas pada Senin, 8 Juni 2026.
Langkah taktis ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kebomas, Khalili, yang bertindak sebagai narasumber utama di hadapan para penyuluh agama Islam, penghulu, serta imamuddin se-Kecamatan Kebomas.
Melalui pembekalan ini, para garda terdepan Kemenag tersebut dilatih secara teknis mulai dari identifikasi masalah di akar rumput, mekanisme pelaporan cepat, hingga penanganan awal (first aid resolution) di lapangan.
“Kantor Urusan Agama bersama penyuluh agama, penghulu, dan imamuddin merupakan ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kita wajib memberikan wawasan, pembinaan, serta pendampingan agar setiap riak kecil di masyarakat tidak membesar menjadi konflik keagamaan,” tegas Khalili.
Meski saat ini Kebomas dalam kondisi aman dan harmonis, pengawasan di kawasan perumahan baru tetap diperketat demi menyaring pengaruh negatif dari luar. Tidak hanya itu, momentum ini juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan PMA Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan demi kepastian hukum warga, serta koordinasi validasi data masjid dan mushala agar program pembinaan keagamaan bisa jauh lebih tepat sasaran.
Yuk, bersama kita jaga kerukunan dan laporkan segera ke petugas KUA jika menemui indikasi intoleransi di sekitar kita!
#KUAKebomas #KemenagGresik #KerukunanUmat #DeteksiDiniKonflik #ModerasiBeragama
















