Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik menggelar Refleksi Kinerja akhir tahun 2024. Kadispendik Gresik S. Hariyanto yang memimpin langsung paparan kinerja organisasi perangkat daerah atau OPD berkantor di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik di Ruang Ainul Yaqin, Senin (30/12/2024).
Dalam kesempatan tersebut, S.Hariyanto mengucapkan rasa syukur atas kinerja Dispendik Gresik yang sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah penghargaan yang telah diraih sepanjang 2024. Penghargaan tersebut didapatkan dari Kementerian Pendidikan, Ombudsman RI hingga Bupati Gresik.
Dari ombudsman, penghargaan Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik (Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik) dengan nilai 92,84. “Kualitas tertinggi di zona hijau,” kata S. Hariyanto didampingi Kabid Pengelolaan Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Sunikan dan Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dispendik Gresik Syifaul Qulub.
“Tahun depan, kami berharap kualitas pelayanan publik meningkat minimal 96,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, dalam Gelaran Asset Award 2024, Dinas Pendidikan Gresik juga meraih Penghargaan sebagai Perangkat Daerah Terbaik kategori Tertib Administrasi dan kategori Pengelolaan Asset UPT SMPN 29 Gresik.
Selain penilaian tingkat kepuasan pelayanan publik, S.Hariyanto juga menjlentrehkan sejumlah program yang telah direalisasikan tahun ini.
Sejumlah program itu, di antaranya, penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Pusat dan Daerah. Pada 2024, Bosda telah disalurkan untuk SD/MI sebesar Rp 46.544.860.000. Rinciannya, 389 SD Negeri sebesar Rp 18,90 miliar dan 444 SD Swasta sebesar Rp 27,56 miliar. “Tidak semua daerah (kabupaten/kota,Red) memberikan Bosda,” katanya.
Pencairan Bosda, imbuhnya, sempat tersendat. Yakni, Bosda 2023 dicairkan akhir November 2024. “Pernah (pencairan bosda) terlambat, ramainya bagai kebakaran,” terang S.Hariyanto.
Selain bosda, S.Hariyanto juga memaparkan rehabilitasi sekolah. Ia menyebut, pada 2021 sekitar 70 persen kondisi sekolah di Gresik tergolong rusak (ringan, sedang dan berat). Berdasarkan pemetaan kebutuhan rehabilitasi infrastruktur sekolah membutuhkan anggaran Rp 400 miliar.
Pada 2022, katanya, pokok pikiran atau pokir anggota DPRD Gresik ada yang dialokasikan untuk pembangunan infrastrktur sekolah negeri. “Puncaknya tahun ini, sekolah negeri banyak bantuan (pokir dewan),” ujarnya. Pokir adalah pokok pikiran. Jadi pokir merupakan usulan pengadaan barang dan jasa dari anggota DPRD berdasarkan aspirasi masyarakat. Bentuknya, proyek pengadaan barang atau jasa.
Selama Januari hingga Desember 2024, jenis pekerjaan adalah pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas; pembangunan sarana prasarana dan unitilitas sekolah serta pembangunan laboratorium. Penerima bantuan 1sanggar kegiatan belajar atau SKB ; 3 TK Negeri ; 50 SD dan 18 SMP Negeri. ” Total 134.paket. Tidak ada penunjukkan langsung. Jadi murni tender dan swakelola,” terangnya.
“Khususnya di Pulau Bawean. Sekarang cukup representatif. SD Negeri Bawean hampir sama dengan sekolah di daratan,” imbuhnya. S.Hariyanto mengakui, terkait kualitas sekolah dasar negeri masih kalah dengan sekolah swasta. Karena itulah, banyak sekolah dasar negeri yang kekurangan murid. Ia pun berjanji akan terus memperbaiki sumber daya manusia di sekolah negeri. “Mari kita kolaborasi untuk meningkatkan mutu sekolah negeri,” tegasnya.
Kadispendik S Hariyanto juga menyampaikan jika pihaknya saat ini tengah mematangkan persiapan pelaksanaan program makan bergizi gratis. Sesuai rencananya, makan bergizi gratis akan dilaksanakan mulai tahun 2025 mendatang.
“Sesuai arahan Bupati Gresik, kami mulai mempersiapkan pelaksanaan makan bergizi gratis. Yakni, dengan melakukan pemetaan pelaksanaannya nanti seperti apa. Mulai memasaknya hingga distribusinya kepada siswa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rencananya nanti para siswa akan dikelompokkan. Setiap berapa siswa ada satu dapur umum untuk proses memasaknya. Sehingga lebih efisien dan efektif.
“Rencananya seperti itu. Namun, kami masih membahas lebih rinci bagaimana nanti teknisnya,” cetusnya.
Meskipun mulai dipersiapkan, pihaknya memastikan sampai saat ini belum ada petunjuk teknis (juknis) resmi dari pemerintah pusat.
“Jadi sampai sekarang belum tahu instansi mana nanti yang akan menjadi eksekutor program tersebut,” tegasnya.
Pihaknya kembali mengingatkan terkait banyaknya penipuan yang mengatasnamakan program makan bergizi gratis.
“Kami kembali ingatkan. Belum ada juknisnya. Jadi jangan percaya kalau ada yang memberi janji-janji,” pungkasnya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















