Penulis📚 Abhiseka/Telisik Hati
BN News – Halalbihalal Desa Bedanten adalah salah satu acara yang sudah ada sejak tahun 1922 M. Di tahun itu juga, berdirilah Perguruan Pencak Silat Tradisional Garuda Hitam Bedanten sebagai wadah pemersatu berbagai aliran pencak silat yang ada di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Perguruan Pencak Silat Garuda Hitam juga menjadi salah satu perguruan pencak silat tertua yang ada di Kecamatan Bungah. Sebagai acara tradisi tahunan di Bedanten, Halalbihalal di samping sebagai ajang silaturahim juga digunakan sebagai ajang uji ketrampilan bela diri pencak silat warga Bedanten, baik dari dalam desa maupun yang sudah menetap di luar Desa Bedanten.
Dari tahun ke tahun, antusias warga Bedanten yang hadir semakin meningkat, seru, ramai, dan penuh persaudaraan. Seperti tadi malam, Sabtu (13/4/2024), 1000 lebih masyarakat hadir menyaksikan atraksi pencak silat sekaligus bersilaturahim dengan warga lainnya.

Puluhan atraksi pencak silat ditampilkan pada acara tadi malam dari warga Desa Bedanten dan juga undangan dari berbagai perguruan pencak silat lain yang ada di Kecamatan Bungah dan sekitarnya. Dimeriahkan juga dengan atraksi pencak macanan dan jaran kepangan. Tercatat 21 ranting perguruan pencak silat hadir pada Gelaran Halalbihalal dan Harlah IPSI Garuda Hitam ke-102 Desa Bedanten Bungah ini.

Kepala Desa Bedanten Bungah Abdul Majid, S.Ag mengatakan, Desa Bedanten adalah salah satu desa dari 22 desa yang ada di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik – Jawa Timur yang dikenal kaya akan beragam tradisi seni budaya peninggalan para leluhur desa.
Salah satu tradisi peninggalan leluhur Desa Bedanten Bungah, yakni seni bela diri atau Pencak Silat “Garuda Hitam” yang telah berusia 1 Abad lebih. “Alhamdulillah, bertepatan dengan Momen Hari Raya Idul Fitri 1445 H, kami kembali menggelar Harlah ke-102 IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) “Garuda Hitam” Bedanten Bungah sekaligus Halalbihalal,” terang Kades Abdul Majid, Sabtu (13/4/2024) malam.

Lebih lanjut Abdul Majid menegaskan, atas nama Pemdes Bedanten, pihaknya mendukung penuh kegiatan nguri-uri seni budaya Pencak silat yang telah berusia lebih dari 1 Abad itu. Pihaknya berpesan agar tetap saling menjaga tali Ukhuwah Islamiyah antar warga pada umumnya, dan antar perguruan silat pada khususnya. Mengingat akhir-akhir ini marak tawuran antar perguruan silat.

“Dan yang tak kalah penting, mari kita bersama-sama, terutama generasi penerus tunas-tunas muda, istiqomah menjaga dan merawat tradisi yang ditinggalkan oleh para leluhur Desa Bedanten berupa pencak silat sejak ratusan tahun yang lalu,” pesannya penuh bijak.

Sementara Ketua Panitia Cak Mat Enjik menambahkan, kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Balai Desa Bedanten Bungah Gresik ini diikuti ratusan pendekar dari 21 ranting Perguruan Silat yang ada di wilayah Kecamatan Bungah, Sidayu dan Manyar.

“Karena momen Harlah dirangkai dengan Halalbihalal, tak pelak, ribuan warga Bedanten dari dalam desa maupun luar desa tumplek blek menyaksikan Pentas Seni Pencak Silat yang telah berusia lebih dari 1 Abad ini,” tandasnya.

Cak Mat Enjik berharap, seni bela diri yang ada sejak dulu ini harus terus kita jaga dan tetap dilestarikan. Dan sesama pendekar tetap kompak dan saling jaga silaturahmi, khususnya di wilayah Kecamatan Bungah dan sekitarnya. (Abhiseka/Telisik Hati)
















