Penulis📰✍️ Syafik Hoo/Telisik Hati
BN News – Paguyuban Warga Gresik Malaysia (PWGM) yang diwakili Divisi Sosial Nur Alamin mendampingi rombongan Pemerintah Kabupaten Gresik, termasuk Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani (Gus Yani) dan Wakil Bupati Gresik Hj Aminatun Habibah beserta jajarannya, dalam kunjungan kerja ke Kuala Lumpur. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) warga Gresik yang kurang mendapat akses pendidikan layak di Sanggar Bimbingan Sentul, Kuala Lumpur.
Kegiatan dilanjutkan dengan audiensi bersama Atase Pendidikan dan Duta Besar RI untuk Malaysia, Datuk Hermono, di KBRI Kuala Lumpur. Audiensi ini membahas rencana Memorandum of Understanding (MoU) untuk memulangkan anak-anak warga Gresik yang tidak mendapatkan hak pendidikan yang layak ke Gresik, Jawa Timur.
Bupati Fandi Ahmad Yani berkomitmen untuk menyejahterakan dan menyelesaikan permasalahan anak-anak PMI warga Gresik yang Undokumentierte dan terlantar Pendidikannya di Malaysia dengan cara memulangkannya ke kampung halamannya secara bertahap, dengan kerjasama KBRI Kuala Lumpur dan Comunity warga Gresik – Bawean.
“Apabila diperlukan juga siap membantu merujukkan anak-anak masuk ke sekolah Pendidikan Pesantren-pesantren yg ada di Wilayah Gresik, bila perlu dikasih beasiswa sesuai dengan taraf hidup keluarganya, karena Pemkab Gresik ingin hadir secara nyata, dan juga sudah menyiapkan anggaran untuk program perlindungan terhadap PMI warga Gresik yang ada di Malaysia ini.” ujar Gus Yani sapaan akrabnya.
Sementara itu Ketua Divisi Sosial PWGM Nur Alamin menyambut positif keinginan Pemkab Gresik untuk membantu pendidikan anak-anak Migran dari Gresik yang ada di Malaysia.
“Alhamdulillah, kami menyambut baik inisiatif Pemkab Gresik ini. Selama ini, PWGM hanya mampu menjalankan program sosial dan kemanusiaan seperti membantu warga Gresik yang sakit atau menghadapi kematian. Langkah ini sangat membantu menyelesaikan masalah pendidikan anak-anak PMI,” ungkap Nur Alamin, perwakilan Divisi Sosial PWGM, Senin (27/1/2025).
Untuk diketahui, sebagai Pekerja Migran Indonesia, Nur Alamin tidak hanya sibuk bekerja, beliau juga aktif di Sarikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) DPLN Malaysia sebagai Dewan Pembina. Tidak hanya itu, Beliau juga baru saja dilantik sebagai Dewan Penasehat SARBUMUSI DPLN Malaysia.
Pelantikannya dihadiri ratusan undangan, baik dari PCINU dan Banomnya serta dari berbagai Ormas yang ada di Semenanjung Malaysia.
Nur Alamin – juga Alumni Tebuireng dan Ketua PC GP Ansor Malaysia, merasa bersyukur acara pelantikan kali ini sangat istimewa karena dihadiri orang penting Indonesia, yaitu Bapak Abdul Kadir Karding, Menteri Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia dan Bapak H. Irham Ali Syaifudin, Presiden DPP Konfederasi Sarbumusi Indonesia. Mereka berharap dalam sambutannya agar kehadiran Sarbumusi di Malaysia memberi manfaat kepada Pekerja Migran Indonesia PMI dan bisa kolaborasi dengan Pemerintah.
Sebagai Santri Nur Alamin menjelaskan, Pekerja Migran Indonesia, menyambut dengan baik apa yang mereka harapkan karena selama ini Sarbumusi Malaysia hadir untuk menyelesaikan masalah, bukan menambah masalah.
Ini bermakna, dalam keadaan apapun Sarbumusi Malaysia berusaha sekuat tenaga untuk memberi manfaat kepada PMI.
Sesuai dengan pemahaman hadis Rasulullah yang diriwayatkan dari Jabir bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).
“Spirit hadist ini akan menjadi bekal dan segenap Pengurus Sarbumusi Malaysia lainnya dalam menjalankan pengabdiannya di organisasi kodeferasi milik Banom NU ini,” katanya.
Semoga Ridho Allah SWT menyertai kita, seluruh keluarga dan pejuang PMI lainnya. Aamiin,” tutup Alamin yang Asli putra daerah Mojopetung Dukun Gresik ini. (Syafik Hoo/Telisik Hati)
















